Home Kabar SUMUT Rutan 1 Medan Unjuk Produk Lokal di Acara Sumut Vibes Disbudparekraf SUMUT
Kabar SUMUT

Rutan 1 Medan Unjuk Produk Lokal di Acara Sumut Vibes Disbudparekraf SUMUT

Share

Reporter: Chairani, Yusriah Rizky

Suara USU, Medan. Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara menggelar rangkaian kegiatan kreatif bertajuk “Sumut Vibes” sepanjang November 2025 di Museum Negeri Sumatera Utara. Telah dimulai sejak Sabtu (01/11), acara ini menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak. 

Kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat sektor pariwisata Sumatera Utara dengan menghadirkan lintas komunitas dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu ruang bersama. Acara Sumut Vibes menampilkan tema berbeda setiap pekannya, mulai dari kuliner, fashion, musik, hingga gaya hidup sehat. 

Project Officer Sumut Vibes, Ainun Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menampilkan keberagaman budaya dan kreativitas di Sumatera Utara dalam format yang lebih segar dan dekat dengan generasi muda. 

“Sumut ini majemuk, banyak hal yang ingin kami angkat. Tapi kalau semuanya disatukan dalam satu waktu, fokusnya hilang. Karena itu, kami bagi per tema setiap pekan mulai dari kuliner, fashion, musik, dan healthy lifestyle supaya setiap unsur bisa ditampilkan dengan kuat,” terangnya.

Selain hiburan budaya, terdapat pula 18 stand kuliner dan ekonomi kreatif yang ikut berpartisipasi. Ainun menyampaikan bahwa pemilihan Museum Negeri Sumut sebagai lokasi kegiatan memiliki pesan tersendiri. 

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Sumatera Utara punya museum yang bisa jadi ruang publik. Sumut Vibes kami rancang agar anak muda lebih mengenal budaya lokal dengan cara yang ringan dan modern,” ujarnya. 

Produk kreatif hasil karya warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini. Lewat stand pameran mereka, pengunjung dapat melihat langsung beragam produk ekonomi kreatif buatan warga binaan, mulai dari olahan teri, tempe, roti, aneka macam keripik, sandal, sepatu, tas, lukisan hingga kerajinan tangan hasil karya tangan warga binaan.

Putra Ramot Manurung, Staf Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan Kelas I Medan, mengungkapkan bahwa seluruh produk tersebut merupakan hasil pelatihan warga binaan. 

“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai pelatih. Warga binaan dilatih membuat berbagai produk seperti tas, sandal, kopi, produk mebel. Sekarang mereka sudah proses produksi,” jelasnya.

Putra menambahkan kegiatan pelatihan berlangsung selama dua tahun dan kini warga binaan mampu memproduksi berbagai barang bernilai ekonomi secara mandiri. 

“Kami membina sekitar 65 warga binaan, semuanya laki-laki yang terlibat dalam kegiatan produksi. Hasil penjualan produk dibagi untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), upah premi untuk warga binaan, serta dialihkan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk warga binaan,” jelas Putra 

Putra juga menjelaskan hasil produk ekonomi kreatif dapat dibeli melalui e-katalog dan e-commerce. 

“Selain pameran langsung, kami juga memasarkan lewat e-katalog pemerintah yang dikhususkan untuk pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta serta Tokopedia yang disediakan untuk masyarakat bisa membeli secara daring,” tambahnya.

Selain menampilkan karya warga binaan, kegiatan Sumut Vibes Vol. 1 juga menghadirkan pertunjukan Opera Batak berjudul “Cinta dan Janji di Tanah Toba” oleh Sanggar Deli Nusantara Jaya. 

Melalui kegiatan ini, Sumut Vibes dapat menjadi gerakan kolaboratif yang memperkuat identitas Sumatera Utara sebagai daerah kreatif, dinamis, dan inklusif. Kehadiran Rutan Medan di antara para pelaku UMKM dan komunitas kreatif menjadi bukti bahwa ruang berkarya terbuka bagi siapa saja, tanpa batas dan tanpa stigma.

Redaktur: Katrin Alina 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.