Home Musik Sesi Potret, Ketika Pulang Tak Lagi Menemukan Rumah
Musik

Sesi Potret, Ketika Pulang Tak Lagi Menemukan Rumah

Share

Oleh: Ghefira Mannawa Salwa

Lagu Sesi Potret yang di populerkan oleh Enau ft. Ari Lesmana menjadi salah satu karya musik yang cukup menarik perhatian karena liriknya yang sederhana, tetapi sarat akan makna yang mendalam. Lagu yang dirilis pada akhir Januari 2026 ini menjadi salah satu lagu yang kuat secara lirik maupun emosi. Sebuah lagu yang menggambarkan realitas banyak perantau yang harus menunda pulang akibat keterbatasan ekonomi, hingga akhirnya kehilangan kesempatan terakhir untuk bertemu dengan orang tercinta.

Lagu Sesi Potret dibawakan dengan gaya yang cenderung tenang dan penuh perasaan. Melalui lagu ini, pendengar secara perlahan diajak untuk merenung sejenak dan masuk ke dalam ruang refleksi tentang hubungan, kenangan, serta perasaan yang kerap sangat sulit untuk diungkapkan.

Lagu ini hadir menawarkan warna berbeda dalam kategori musik Indonesia ditengah maraknya lagu pop yang mengangkat tema hubungan percintaan. Tidak hanya menyajikan melodi yang nyaman untuk didengar, Sesi Potret juga membawa narasi yang emosional mengenai arti kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap suatu hubungan, khususnya terkait hubungan keluarga.

Bagian awal lirik seolah menggambarkan kehadiran sosok anak yang sudah lama tidak dapat pulang ke kampung halaman akibat penghasilan merantau yang tidak mencukupi. Namun, ketika kesempatan pulang telah didapatkan, justru kenyataan pahit yang datang menghampirinya. Berikut lirik yang tertulis.

Tahun lalu berjuta alasanku

Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan

Kali ini sudah lumayan

Berkat doamu di ijabah sang maha kaya

Dan tahun ini kubisa pulang

Oleh-oleh sudah ditangan

Tapi anehnya bukan kau yang menyambutku

Oh, ternyata kau yang lebih dulu pulang

Pada bagian tengah lagu, lirik-lirik yang tertuang jelas menggambarkan proses duka akan kehilangan. Rumah yang sudah tak lagi sama seperti sebelum ditinggalkan, kini hanya tersisa nama yang terukir pada papan dan sosok yang hanya tinggal kenangan.  

Ku bertamu ke rumah barumu

Tak ada kamu

Hanya papan dan namamu

Mana Ocehan wewangian khasmu?

jarak ini terlalu jauh

kalau rindu, aku tak mampu

Tema kehilangan keluarga, khususnya sosok orang tua, menjadi salah satu faktor yang membuat lagu Sesi Potret mudah menyentuh perasaan banyak pendengar. Lagu ini kemudian ramai dijadikan backsound dalam video maupun foto yang diposting di media sosial berkaitan dengan pengalaman pribadi, seperti jarak dengan keluarga, tuntutan kesibukan sehari-hari, hingga rasa bersalah yang baru muncul setelah kehilangan benar-benar terjadi.

Bagian paling emosional dan ikonik dari lagu ini muncul pada lirik yang berbunyi:

Sesi potret yang selalu ku benci

Aneh rasanya kau tak disini

Susunan barisannya tak sama lagi

Lirik tersebut menggambarkan momen foto keluarga yang terasa berbeda karena sosok terkasih yang tidak lagi hadir. Sesi potret yang seharusnya menjadi kenangan justru berubah menjadi simbol kehilangan, sebab foto tersebut mengabadikan kenyataan bahwa hidup telah berubah secara permanen setelah kepergian orang tercinta.

Selain berbicara tentang duka, Sesi Potret juga menyinggung makna keikhlasan. Enau menunjukkan bahwa menerima kehilangan bukanlah proses yang sederhana. tertulis dalam lirik “soal ikhlas ternyata aku masih amatir”. Bagi banyak orang, rasa ikhlas tidak datang seketika, melainkan tumbuh perlahan dan seringkali diawali dengan rasa penyesalan yang mendalam.

Melalui lagu ini, Enau ingin menyampaikan pesan tentang betapa berharganya waktu bersama orang-orang terdekat. Sesi Potret menyoroti bahwa rasa gengsi sering kali membuat seseorang menunda untuk bertemu atau sekadar memberi pelukan hangat, sampai akhirnya kesempatan itu hilang dan tak dapat terulang.

Sesi Potret menjadi pengingat bahwa kebersamaan dengan orang-orang tercinta adalah momen yang sangat berharga. Lagu ini mengajak pendengar untuk tidak menunda mengungkapkan kasih sayang, sebelum semuanya berubah menjadi penyesalan.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.