Home Kabar Kampus Soroti Fenomena Brainrot, Mahasiswa FKM USU Sabet Juara 1 MEDCREATIVE’26
Kabar Kampus

Soroti Fenomena Brainrot, Mahasiswa FKM USU Sabet Juara 1 MEDCREATIVE’26

Share

Reporter : Dhita Luna

​Suara USU, Medan. Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 pada kompetisi Video Pendek Kesehatan MEDCREATIVE’26. Ajang tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) secara daring pada 7-30 April 2026. Tim perwakilan FKM USU tersebut diketuai oleh Syafira Sari Azzahra Putri Fadhillah, beranggotakan Toras Akbar Jefferson Siregar. Dalam kompetisi ini, panitia mengangkat tema besar seputar kesehatan dengan kebebasan memilih subtema, mulai dari langkah promotif-preventif, kesehatan mental, inovasi kesehatan, hingga gaya hidup sehat.

Memanfaatkan fleksibilitas tersebut, Syafira dan Toras memilih menyoroti isu kesehatan mental yang berfokus pada fenomena brainrot. Syafira menjelaskan, karya video mereka menggambarkan bagaimana kebiasaan buruk di era digital dapat memicu penurunan kemampuan berpikir, berkonsentrasi, dan fokus seseorang.

​”Kondisi ini terjadi akibat terlalu sering bermain gawai dan melakukan doomscrolling, yakni mengonsumsi konten media sosial yang instan, dangkal, dan tidak berkualitas,” terangnya. Tidak sekadar memaparkan dampak negatifnya, video pendek tersebut juga menyuguhkan langkah-langkah edukatif untuk mengatasi masalah brainrot tersebut. Melalui karya tersebut, tim FKM USU berharap pesan yang disampaikan tidak berhenti sebatas video lomba, melainkan menjadi teguran nyata bagi masyarakat, khususnya Generasi Z (Gen Z).

“Semoga video ini bisa memberikan peringatan agar kita tidak terlalu kecanduan gawai atau media sosial sampai melupakan tanggung jawab saat ini, entah itu tugas kuliah, organisasi, atau pekerjaan. Kesenangan sementara itu tidak baik,” tegas Syafira.

​Di balik keberhasilan tersebut, proses penggarapan video ini tentu tidak lepas dari kendala. Tantangan terberat bagi mereka adalah persoalan manajemen waktu, apalagi keduanya berada di peminatan jurusan yang berbeda. Membagi fokus antara setumpuk tugas akademik dan penyelesaian karya lomba menjadi ujian tersendiri bagi Syafira dan Toras.

Untuk menyiasati kendala tersebut, tim ini memanfaatkan teknologi secara maksimal. “Kita bisa memanfaatkan aplikasi seperti Notion atau spreadsheet untuk membuat timeline penyusunan naskah hingga selesai. Tapi, yang paling penting itu komunikasi dengan tim terkait waktu senggang masing-masing,” ungkap Syafira.

Di akhir wawancara, ia berpesan kepada mahasiswa USU agar tidak ragu mengeksplorasi ide-ide kreatif dan berani mengikuti kompetisi serupa. “Please be creative as possible, kita tidak pernah tahu ide apa yang nantinya bakal mencuri perhatian juri. Selain itu, jangan gampang menyerah kalau belum menang,” ujarnya.

Redaktur : Naisya Husna Hafizahtul Salwa Anshari

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.