Home Entertaiment Taylor Swift Suarakan Kesetaraan Gender Lewat Lagu “The Man”
EntertaimentMusik

Taylor Swift Suarakan Kesetaraan Gender Lewat Lagu “The Man”

Share
Sumber. imdb.com

Oleh: Nenni Purnama Harahap

Suara USU, Medan. Lagu “The Man” yang diciptakan dan dinyanyikan oleh penyanyi dari Amerika wanita yang berbakat bernama Taylor Swift. Musik bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga wadah untuk menyuarakan perasaan, keresahan, bahkan isu sosial yang masih terjadi di sekitar kita. Hal inilah yang berhasil dilakukan Taylor Swift lewat salah satu karyanya yang berjudul “The Man”. Lagu ini bukan hanya sekedar lagu biasa, namun sebuah bentuk penyuaraan yang kuat mengenai standar ganda gender dan stereotip patriarki yang dihadapi perempuan.

Lagu “The Man” dirilis pada tahun 2019, sebagai bagian dari album studio ketujuhnya, Lover Sejak perilisannya, lagu ini langsung mencuri perhatian, bukan hanya dari para penggemar Taylor, tetapi juga masyarakat luas yang peduli pada isu-isu sosial. Lagu ini dianggap sebagai anthem feminisme modern yang menyuarakan keresahan banyak perempuan, terutama mereka yang berjuang di dunia profesional. Lewat “The Man”, Taylor mengajak pendengar membayangkan bagaimana hidupnya akan berbeda jika ia terlahir sebagai laki-laki. Ia bertanya, apakah pencapaiannya akan lebih cepat diakui, pekerjaannya lebih dihargai, dan kebebasannya lebih luas?

I’m so sick of running as fast as I can

Wondering if I’d get there quicker if I was a man.

And I’m so sick of them coming at me again.

‘Cause if I was a man.

Then I’d be the man.

I’d be the man.

I’d be the man.

Pada lirik tersebut digambarkan bahwa pria lebih mudah dalam mencapai kesuksesan dibandingkan seorang wanita. Wanita dinilai harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan kesuksesan sedangkan pria tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendapatkan kesuksesan. Taylor Swift sendiri mengungkapkan bahwa “The Man” adalah salah satu cara dirinya menyampaikan pengalaman pribadi yang penuh tantangan di industri musik. Namun, pesan itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih universal, karena ternyata banyak orang yang bisa merasakan hal yang sama.

Menurut penelitian Leysutha Kenina dkk. (2025) dari Universitas Negeri Medan, lirik “The Man” sarat dengan kritik sosial. Menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk, ditemukan bahwa lagu ini menyingkap relasi kuasa patriarki yang membuat perempuan dinilai berbeda dari laki-laki meskipun melakukan hal yang sama. Kata “man” dalam lagu ini memiliki makna ganda tidak hanya berarti laki-laki secara biologis, tetapi juga simbol kekuasaan dan dominasi dalam masyarakat.

Namun dibalik kritiknya, “The Man” juga membawa pesan pemberdayaan. Taylor Swift mengingatkan bahwa perempuan memiliki potensi setara dengan laki-laki dan berhak mendapatkan pengakuan yang sama. Dengan semangat yang menginspirasi, dia mengajak pendengarnya untuk menolak stereotip dan mengejar ambisi mereka tanpa batasan.

Lagu “The Man” dari Taylor Swift punya aransemen pop modern dengan irama elektronik yang simpel tapi kuat, dipenuhi suara drum digital, bass, dan synth yang bikin lagu terasa berenergi. Melodinya mudah diingat karena repetitif, dan bagian chorus dibuat dengan nada lebih tinggi supaya terasa sebagai puncak emosi. Vokal Taylor terdengar jelas dan tegas, tidak banyak hiasan, sehingga liriknya mudah sampai ke pendengar, apalagi saat bagian “I’d be the man” yang diulang-ulang dengan efek gema sehingga makin menancap di kepala. Susunan lagunya juga rapi: dimulai dengan pembukaan yang tenang, lalu naik di pre-chorus, meledak di chorus penuh beat, sedikit turun di bridge, dan akhirnya ditutup dengan outro sederhana. Semua elemen musik ini membuat lagunya terdengar lantang, penuh percaya diri, dan cocok untuk menguatkan pesan tentang kritik sosial terhadap ketidakadilan gender.

Dengan lagu “The Man”, Taylor Swift sekali lagi membuktikan bahwa ia bukan hanya seorang musisi berbakat, tetapi juga sosok yang berani menggunakan suaranya untuk menyuarakan isu penting. Lagu ini berhasil menjadi cermin bagi masyarakat bahwa masih ada ketidakadilan yang harus dilawan bersama. Bagi sobat Suara USU  yang ingin mendengarkan lagu penuh energi dengan makna mendalam, “The Man” layak masuk dalam playlist favorite kalian. Dengarkan lagunya, resapi liriknya, dan biarkan pesan kuat dari Taylor Swift memberi inspirasi untuk tetap percaya diri, berani bersuara, dan tidak pernah menyerah menghadapi pandangan dunia.

Redaktur: Zahra Zaina Rusty

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.