
Reporter: Syafira Sari
Suara USU, Medan. Tim MOMI dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih Bronze Medal dalam ajang Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas.
Penghargaan ini diperoleh pada kegiatan Pekan Ilmiah Andalas 2025 yang berlangsung pada 11–12 Mei di Kota Padang, Sumatera Barat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan dalam Mendukung Pembangunan Nasional”dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mekanisme lomba mencakup pendaftaran, pengumpulan esai dan PowerPoint, serta technical meeting sebelum peserta berangkat ke lokasi kegiatan. Hari pertama diisi dengan presentasi karya, sementara hari kedua dilanjutkan dengan sesi penghargaan dan field trip di sekitar Kota Padang.
Dalam perlombaan tersebut, Tim MOMI mengangkat judul esai “MOMI (Maternal Observation Mobile Innovation): Solusi Digital untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia Menuju Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.” Esai ini menawarkan sebuah inovasi berbasis teknologi digital yang difokuskan pada upaya pemantauan kesehatan ibu secara mobile atau melalui perangkat bergerak, seperti aplikasi di ponsel.
Inovasi MOMI dirancang untuk mendeteksi, mencatat, dan memantau kondisi kesehatan ibu hamil dan pasca persalinan secara real-time guna mencegah risiko komplikasi yang dapat menyebabkan kematian ibu. Tujuan utama dari program ini adalah untuk memberikan solusi yang praktis dan terjangkau dalam sistem pelayanan kesehatan ibu, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Tim MOMI terdiri dari lima mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, dipimpin oleh Toras Akbar Jefferson Siregar, mahasiswa angkatan 2023. Ia berkolaborasi dengan empat anggota lainnya dari angkatan 2024, yaitu Arjuna Sembiring, Alya Permatasari, Nabila Ayudya Zahra Amalia, dan Mumtaazah Lubis. Peraihan prestasi ini menjadi pijakan awal yang membanggakan bagi keempat anggota baru, sekaligus menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih jauh dalam menorehkan capaian-capaian gemilang di masa mendatang.
Kerja sama tim MOMI dibangun atas dasar kepercayaan, keterbukaan, dan tanggung jawab, dengan pembagian peran sesuai keahlian masing-masing. “Sebagai mahasiswa baru stambuk 2024, kami ingin menantang diri mengikuti lomba esai untuk keluar dari zona nyaman sekaligus belajar dari kakak tingkat,” ungkap tim. Melalui diskusi aktif dan semangat saling mendukung, tim MOMI berupaya menciptakan solusi riset yang kreatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Selama mengikuti perlombaan, tantangan utama tim adalah membagi waktu antara kuliah, organisasi, dan penyusunan esai. Diskusi sering dilakukan di sela perkuliahan atau malam hari demi menjaga progres. Perbedaan ide antar anggota juga menjadi tantangan, namun diatasi dengan komunikasi terbuka dan saling menghargai. Selain itu, pengurusan administrasi dan dana keberangkatan membutuhkan komitmen tinggi. Dengan kerja sama yang solid, pembagian tugas yang adil, dan semangat saling mendukung, semua hambatan berhasil dilewati hingga menghasilkan karya terbaik.
“Kami berharap tim yang dinamai tim MOMI ini terus berkarya dan berinovasi dan menciptakan solusi inovatif demi perkembangan dan kemajuan di Indonesia terkhususnya di dunia kesehatan. Kami juga berharap tim ini tidak puas di satu pencapaian ini saja tapi bisa meraih capaian-capaian lainnya,” tutup tim MOMI.
Redaktur: Annisya Putri Anggraini
Leave a comment