Reporter: Erni Yuli Simatupang
Suara USU, Medan. Team WinUnity yang beranggotakan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Essay Nasional Batch 2 yang diselenggarakan oleh Avisent Indonesia. Kompetisi tingkat nasional ini mengusung tema “Wise and Wide: Inovasi Bijak demi Pemerataan Kesejahteraan di Indonesia” yang menjadi wadah bagi mahasiswa serta pelajar dari berbagai daerah untuk menuangkan gagasan inovatif dalam menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia melalui karya tulis ilmiah.
Prestasi tersebut diraih oleh kolaborasi lintas program studi dan fakultas, yaitu Riki Candra dan Widya Br. Tarigan dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Dhea Anggita Tarihoran dari Program Studi Manajemen, ketiganya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Shabrina Farrah Adhisa dan Chairunnisa Selviani dari Program Studi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Kolaborasi ini berhasil menghasilkan sebuah gagasan yang dinilai mampu memberikan solusi terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia melalui inovasi digital bernama “Sekolahku”.
Dalam kompetisi ini, tim memilih subtema pendidikan karena menilai masih terdapat ketimpangan yang cukup besar dalam sistem pendidikan nasional. Permasalahan yang diangkat meliputi ketidakmerataan kualitas dan fasilitas sekolah antar daerah, distribusi guru yang belum seimbang antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, serta keterbatasan akses informasi mengenai kualitas sekolah bagi masyarakat.
Salah satu anggota tim, Shabrina menjelaskan, “Kami memilih subtema pendidikan karena melihat masih adanya ketimpangan yang cukup besar dalam sistem pendidikan di Indonesia. Permasalahan tersebut masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.”
Inovasi digital “Sekolahku” sendiri merupakan sistem informasi pendidikan terintegrasi yang menyediakan data sekolah secara transparan dan mudah diakses oleh masyarakat. Inovasi ini dirancang untuk memuat berbagai informasi penting mengenai kondisi sekolah sehingga dapat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi pendidikan yang lebih terbuka dan akurat.
Selain memberikan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, “Sekolahku” juga diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi pemerintah dalam memetakan kondisi pendidikan di berbagai daerah. Dengan tersedianya data yang lebih terintegrasi, kebijakan yang dihasilkan diharapkan dapat lebih tepat sasaran dalam mengatasi kesenjangan pendidikan yang masih terjadi.
Dalam proses penyusunan esai, tim menghadapi tantangan berupa kesulitan menentukan waktu diskusi yang dapat diikuti seluruh anggota. Untuk mengatasi kendala tersebut, mereka melakukan voting jadwal dan memanfaatkan pertemuan daring melalui Google Meet agar koordinasi tetap berjalan secara optimal.
Rangkaian lomba sendiri diawali dengan pendaftaran sekaligus pengumpulan naskah esai yang dibagi ke dalam tiga gelombang, yaitu Gelombang I pada 15 Januari – 13 Maret 2026, Gelombang II pada 14 Maret – 29 April 2026, dan Gelombang III pada 30 April – 5 Mei 2026. Setelah seluruh karya melalui proses penilaian, pengumuman pemenang dilaksanakan pada 20 Mei 2026.
Atas capaian yang diraih, Shabrina berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi tim untuk terus berkembang dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Saya berharap tim ini semakin kompak, terus berkembang, dan dapat meraih lebih banyak prestasi di masa mendatang. Untuk teman-teman yang ingin mengikuti perlombaan serupa, jangan takut untuk mencoba dan manfaatkan setiap kesempatan untuk belajar serta mengembangkan diri,” tutupnya.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment