Home Tulisan Warga Bersatu Bersihkan Sungai Selayang: Upaya Gotong Royong Hadapi Pendangkalan dan Penyempitan yang Memicu Banjir
Tulisan

Warga Bersatu Bersihkan Sungai Selayang: Upaya Gotong Royong Hadapi Pendangkalan dan Penyempitan yang Memicu Banjir

Share

Penulis: Aldian Morra Manurung/Tania Marta/Mutia Maghfirah Hutasuhut/Astata Aprilia Harahap

Suara USU, Medan. Banjir merupakan salah satu masalah sosial yang sering dialami oleh masyarakat, terutama di daerah perkotaan. Di Kabupaten Selayang, banjir telah menjadi fenomena tahunan yang mempengaruhi kehidupan warga. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir di Sungai Selayang pada tahun 2022 mengakibatkan kerugian material sebesar 100 Miliar Rupiah dan korban yang mengungsi sebanyak 5.000 jiwa.

Penyebab banjir di Sungai Selayang tersebut adalah pendangkalan sungai akibat sedimentasi dan penumpukan sampah, penyempitan sungai karena pembangunan infrastruktur yang tidak terkendali, kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan keterbatasan infrastruktur pengairan di selokan. Akibat banjir berdampak pada lingkungan yang dapat merusak ekosistem sungai.

Partisipasi warga sekitar dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) menjadi landasan dalam mengatasi masalah banjir di Sungai Selayang. Hal ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya alam. “Kami sangat mengapresiasi upaya warga dalam membersihkan sungai. Ini contoh nyata gotong royong yang efektif,” ungkap Kepala Desa Selayang.

Selain itu, perlu adanya kesadaran masyarakat seperti edukasi, kampanye kebersihan, dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sungai serta kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mendukung pengelolaan sumber daya air. Strategi penanggulangan banjir di sungai selayang adalah pembangunan sistem pengairan yang efektif, pembersihan sungai secara teratur, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir (dinding penahan, bendungan) dan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan kampanye.

Sungai Selayang, salah satu aliran sungai utama di wilayah Kota Selayang, menjadi saksi solidaritas luar biasa dari warganya yang bersatu untuk membersihkan sungai yang kian hari kian dangkal dan menyempit. Masalah banjir yang semakin parah setiap musim hujan mendorong masyarakat untuk mengambil langkah nyata demi mengatasi persoalan yang mengancam kehidupan mereka. Dalam semangat gotong royong, warga Selayang memulai gerakan yang tidak hanya bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis Sungai Selayang sebagai salah satu sumber daya alam yang penting.

Sungai Selayang telah lama menghadapi berbagai permasalahan lingkungan. Penyempitan aliran sungai disebabkan oleh pembangunan yang tidak terencana, termasuk penimbunan di bantaran sungai untuk keperluan pemukiman dan infrastruktur. Selain itu, pendangkalan sungai terjadi akibat penumpukan sedimen dan sampah yang terbawa arus. Limbah domestik dan industri juga mencemari air sungai, sehingga mengurangi daya tampung dan alirannya. Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan lebih tinggi, sehingga volume air sungai meningkat drastis dalam waktu singkat. Ketika aliran sungai tidak mampu menampung debit air tersebut, banjir pun melanda daerah sekitar, mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan dan membahayakan keselamatan warga. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir akibat luapan Sungai Selayang telah merendam ratusan rumah dalam lima tahun terakhir.

Menyadari dampak yang terus memburuk, warga Selayang bersama aparat pemerintah lokal dan komunitas peduli lingkungan memutuskan untuk bertindak. Kegiatan bersih-bersih Sungai Selayang dimulai dengan pengorganisasian warga melalui pertemuan di balai desa. Mereka membentuk kelompok kerja yang bertugas mengoordinasikan kegiatan, menggalang dana, serta menjalin kerja sama dengan pihak terkait, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan akademisi lokal. Pada hari yang telah ditentukan, ratusan warga dari berbagai usia berkumpul di sepanjang aliran Sungai Selayang. Dengan alat sederhana seperti cangkul, sekop, dan jaring sampah, mereka mulai mengangkat sedimen, membersihkan sampah plastik, dan memotong tanaman liar yang menyumbat aliran sungai. Beberapa warga bahkan membawa perahu kecil untuk menjangkau bagian sungai yang sulit diakses.

Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah memberikan bantuan berupa alat berat untuk mengangkut sedimen dan sampah dalam jumlah besar, serta menyediakan kendaraan pengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir. Beberapa perusahaan swasta yang beroperasi di Selayang turut menyumbang dana dan peralatan, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan mereka. Gerakan gotong royong ini telah memberikan dampak nyata bagi Sungai Selayang dan masyarakat sekitarnya. Dalam jangka pendek, aliran sungai menjadi lebih lancar, sehingga risiko banjir dapat dikurangi secara signifikan. Peningkatan kualitas air juga mulai terlihat, meskipun masih membutuhkan upaya lanjutan untuk memulihkan ekosistem sungai sepenuhnya.

Kegiatan ini juga membangun kesadaran lingkungan di kalangan warga. Banyak di antara mereka yang sebelumnya membuang sampah ke sungai kini mulai mengubah perilaku tersebut. Anak-anak sekolah yang ikut serta dalam kegiatan ini mendapatkan pengalaman langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan, yang diharapkan akan menjadi kebiasaan positif di masa depan. Selain itu, hubungan sosial antarwarga semakin erat berkat kerja sama dalam menyelesaikan masalah bersama. Solidaritas yang terbangun melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi nilai yang hidup di masyarakat Indonesia.

Meski kegiatan bersih-bersih Sungai Selayang berhasil, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menjaga keberlanjutan usaha ini. Salah satu tantangan utama adalah menjaga konsistensi partisipasi warga. Semangat gotong royong yang tinggi pada awalnya sering kali menurun seiring waktu, sehingga diperlukan strategi untuk memastikan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, pengelolaan limbah domestik dan industri harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang mencemari sungai, serta memberikan fasilitas pengelolaan limbah yang memadai bagi masyarakat. Edukasi dan kampanye tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai juga harus terus digalakkan.

Pendanaan juga menjadi tantangan lain. Meski banyak pihak yang bersedia membantu, pengelolaan sungai memerlukan investasi besar dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemerintah perlu mencari sumber pendanaan alternatif, seperti hibah dari lembaga internasional atau skema kemitraan dengan sektor swasta.

Gerakan bersih-bersih Sungai Selayang merupakan langkah awal yang penting untuk mengatasi masalah banjir dan degradasi lingkungan di wilayah tersebut. Dengan kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemerintah, dan pihak lainnya, diharapkan Sungai Selayang dapat kembali menjadi aliran air yang bersih dan bermanfaat bagi kehidupan. Lebih dari sekadar upaya membersihkan sungai, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat modern. Dengan menjaga komitmen bersama, Sungai Selayang dapat menjadi contoh sukses bagi daerah lain yang menghadapi permasalahan serupa, membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan lingkungan.

Saran

Pemerintah perlu meningkatkan anggaran untuk pengelolaan sumber daya air. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Perlu dibentuk tim pengelola sungai yang terdiri dari masyarakat, pemerintah, dan swasta. Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air, pemerintah dapat mengintegrasikan program edukasi lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan sejak dini. Selain itu, perlu adanya insentif bagi masyarakat dan pihak swasta yang aktif menjaga lingkungan, seperti pengurangan pajak atau penghargaan lingkungan. Peningkatan kolaborasi antara lembaga pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta juga dapat mempercepat tercapainya tujuan pengelolaan yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Upaya gotong royong warga Selayang dalam membersihkan sungai merupakan contoh nyata partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Upaya gotong royong warga Selayang dalam membersihkan sungai mencerminkan bahwa kolaborasi antar masyarakat dan kesadaran kolektif mampu memberikan dampak nyata terhadap pelestarian lingkungan. Dengan dukungan yang konsisten dari pemerintah dan sektor swasta, partisipasi masyarakat seperti ini dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Pekerjaan Sosial Internasional dengan Dosen Pengampuh Fajar Utama Ritonga S.Sos.,M.Kesos.

Redaktur: Balqis Aurora

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.