Home Kabar Kampus Dua Mahasiswa USU Lolos ke Tingkat Nasional Pilmapres 2026
Kabar Kampus

Dua Mahasiswa USU Lolos ke Tingkat Nasional Pilmapres 2026

Share

 Reporter: Suci Rahmawati Siregar

Suara USU, Medan. Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara berhasil meraih prestasi dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Wilayah I Sumatera Utara 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 28–30 April 2026 di Universitas Prima Indonesia. Atiqa Zhakira Syahrul dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih Juara III, sedangkan Patrick N. Hutabarat dari Fakultas Vokasi (FV) meraih Harapan I atau Juara IV dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut.

Ajang ini diikuti oleh 69 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara, yang terdiri atas 43 peserta program sarjana dan 26 peserta program diploma. Keduanya pun berhak melaju ke seleksi tingkat nasional.

Atiqa mengangkat gagasan yang mengaitkan isu lingkungan dengan pemberdayaan Penerima Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Medan. Riset yang dilakukannya mencakup wawancara langsung dengan pelaku UMKM mengenai berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Sementara itu, Patrick membawa karya tulis berjudul G-TAX (Green Tax): Integrating Green Accounting & Fiscal Incentives: A Digital Solution for Flood Mitigation in North Sumatra, yakni platform digital berbasis insentif untuk mitigasi banjir di Sumatera Utara.

Proses seleksi yang dijalani keduanya berlangsung secara berjenjang, mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga wilayah. Pada setiap tahapan, peserta diwajibkan mempresentasikan gagasan inovatif di hadapan dewan juri, serta dinilai berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris dan capaian prestasi.

Atiqa mengungkapkan bahwa waktu persiapannya sangat terbatas, yakni sekitar dua minggu setelah lolos seleksi tingkat universitas, dengan tiga sesi bimbingan bersama dosen pendamping pada minggu terakhir. Dalam kondisi tersebut, ia memilih berfokus pada riset, penyusunan narasi gagasan, serta latihan presentasi secara mandiri.

“Prinsip saya sederhana, #mulaiajadulu karena aksi kecil yang konsisten jauh lebih kuat daripada rencana sempurna yang tidak pernah dieksekusi,” ujarnya dalam wawancara bersama Suara USU (11/05/2026).

Patrick juga menghadapi tantangan serupa. Proses seleksi berlangsung bersamaan dengan jadwal Ujian Tengah Semester (UTS) dan berbagai kegiatan lain yang diikutinya. Untuk mengatasinya, ia menyusun skala prioritas dan mengatur waktu sebaik mungkin.

“Karena saya mengetahui bahwa ini adalah salah satu mimpi saya, saya tetap berusaha memperjuangkannya dengan maksimal,” tuturnya.

Keduanya menyebut dukungan dari dosen pembimbing, keluarga, dan rekan-rekan sebagai salah satu faktor penting yang mendukung pencapaian mereka.

Atiqa mengatakan bahwa keinginannya untuk keluar dari zona nyaman serta membuktikan bahwa mahasiswa ekonomi juga dapat berkontribusi terhadap isu lingkungan menjadi alasan dirinya mengikuti kompetisi tersebut. Sementara itu, Patrick mengaku terinspirasi oleh Iman Usman untuk turut berkontribusi kepada masyarakat melalui ajang kompetisi.

Kepada mahasiswa lain, Atiqa berpesan agar tidak menunggu waktu yang sempurna untuk memulai. Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu komponen penilaian yang krusial dalam ajang seperti Pilmapres.

“Prestasi itu bukan milik mereka yang paling siap, tetapi milik mereka yang paling berani melangkah,” pesannya.

Patrick turut berpesan agar mahasiswa tidak menyerah ketika menghadapi kegagalan.

“Sebelum mencapai titik ini, saya juga mengalami banyak kegagalan dan sempat kehilangan harapan. Tetap semangat, terus berproses, dan jangan pernah berhenti percaya pada diri sendiri karena setiap kegagalan hanyalah kerikil kecil untuk mencapai hal-hal besar di masa depan,” tutupnya.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.