Home Kabar Kampus EVEREST 10 Dorong Pemuda ASEAN Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Kabar Kampus

EVEREST 10 Dorong Pemuda ASEAN Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Share

​Reporter: Nur Padilah Ramadani dan Nejla Assyifa Munthe

​Suara USU, Medan. Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan kembali menyelenggarakan Event of Young Researcher and Economics Student (EVEREST) 10 dengan tema “Sustainable Development Towards Brighter Future” di Medan pada 8 hingga 10 Mei 2026 sebagai wadah strategis bagi generasi muda ASEAN untuk mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. Rangkaian acara berskala internasional ini menghadirkan Seminar Internasional serta kompetisi bergengsi seperti Economics Paper Competition (EPC) dan Future Idea Competition (FIC) yang diikuti oleh delegasi dari berbagai universitas. Selain presentasi finalis di hadapan dewan juri, para peserta juga mengikuti field trip ke destinasi ikonik di Sumatera Utara, seperti Museum Tiopan Bernhard (TB) Silalahi dan Pantai Bulbul, yang ditutup dengan kemeriahan malam penganugerahan.

​Ketua Panitia EVEREST 10, Natanael Rapha Mendrofa, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasari oleh latar belakang Sustainable Development Goals (SDGs) yang konsisten dibawa sejak tahun-tahun sebelumnya. “Kita lebih fokus di bagian sustainable karena dalam pertumbuhan ekonomi, kita tidak bisa hanya mengharapkan pertumbuhan semata, tetapi harus menghasilkan pertumbuhan yang bisa kita jaga sampai generasi mendatang agar mereka merasakan pertumbuhan ekonomi yang setara,” jelas Natanael.

​Semangat kompetisi ini dirasakan langsung oleh para delegasi yang hadir untuk menguji kemampuan akademik mereka di kancah Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Salah satu delegasi dari Universitas Diponegoro, Much Iqbal Prabowo, mengungkapkan motivasinya mengikuti ajang ini untuk mengembangkan portofolio dan memperluas relasi. “Saya dan teman-teman ingin keluar dari zona nyaman dengan berkompetisi guna mengembangkan portofolio yang lebih luas. Kami berharap memperluas relasi di EVEREST 10 di mana peserta berkompetisi secara sehat dengan vibes positif yang membuat nyaman. Saya juga sangat tidak sabar untuk jalan-jalan di Medan,” ujarnya.

​Keberhasilan acara ini tidak terlepas dari kerja keras panitia di balik layar, termasuk dalam memberikan pelayanan bagi delegasi dari berbagai daerah. Farahdiba Azzahra Harahap, yang bertugas sebagai Liaison Officer (LO), mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah memastikan kenyamanan para delegasi selama berada di Medan. “Bagian paling menegangkan itu ketika delegasi luar sudah sampai di Medan. Kami harus standby 24 jam untuk komunikasi, mulai dari memberikan rekomendasi tempat makan hingga memikirkan transportasi dari bandara ke lokasi acara agar mereka merasa nyaman dengan daerah kita,” ungkapnya.

​Antusiasme peserta juga terlihat dari pengalaman positif yang dirasakan oleh Dame Riana Br Sembiring dan Mitzy Novitsha Putri Simanjuntak. Dame menyebutkan bahwa seminar ini merupakan kesempatan berharga untuk menambah pengetahuan karena hanya diselenggarakan setahun sekali. Senada dengan hal tersebut, Mitzy turut mengapresiasi kerapian rangkaian acara dan dekorasi yang menarik. “Kegiatan ini memberi dampak besar bagi mahasiswa, terutama melalui lomba-lomba yang mampu menjadi wadah pengembangan diri dan potensi generasi muda,” tambah Mitzy.

​Melalui EVEREST 10, diharapkan semangat para peneliti muda untuk terus mengeksplorasi isu-isu ekonomi dapat terus bertumbuh. Konsistensi dalam membangun ruang kolaborasi bagi mahasiswa ini menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi yang lebih peka dan siap menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S. 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.