Sumber foto: detik.com
Oleh: Grace Tondang
Suara USU, Medan. Sinema yang berada di bawah bendera distribusi oleh A24 ini menghadirkan aktris berkewarganegaraan Malaysia namun kerap berperan di film-film Hong Kong, Michelle Yeoh atau nama lengkapnya Tan Sri Dato’ Seri Michelle Yeoh Choo-Kheng. Selain aktris senior tersebut, beberapa nama pemeran lainnya adalah Ke Huy Quan, Stephanie Hsu, Jamie Lee Curtis, Jenny Slate, James Hong, serta aktor pendukung lainnya. “Everything Everywhere All at Once” ditayangkan perdana di South by Southwest pada 11 Maret 2022 dan mulai rilis di bioskop secara terbatas di Amerika Serikat pada 25 Maret, sebelum rilis secara luas oleh A24 pada 8 April, di Indonesia film ini dirilis pada 22 Juni.
Duo penyutradaraan ‘the Daniels’, yakni Daniel Kwan dan Daniel Scheinert telah membuat ini memiliki konsep cukup nyentrik tentang Multiverse. “Everything Everywhere All At Once” adalah sebuah film yang dengan berani menjelajahi konsep multiverse, menggabungkan elemen komedi, aksi, dan drama dengan cara yang unik dan tak terduga. Film ini mengikuti kisah Evelyn Wang, seorang imigran Tionghoa-Amerika yang tengah berjuang menghadapi masalah keuangan dan keluarga yang rumit.
Hidup Evelyn seakan-akan berjalan biasa saja hingga ia terseret ke dalam petualangan multiversal yang liar. Dengan bantuan versi dirinya dari alam semesta lain yang memiliki berbagai macam kemampuan unik, Evelyn harus belajar untuk menerima semua versinya, menguasai berbagai keterampilan baru, dan menyelamatkan multiverse dari ancaman yang sangat besar.
Salah satu kekuatan utama film ini adalah kemampuannya untuk menyajikan konsep yang kompleks dengan cara yang mudah dipahami dan menghibur. Melalui visual yang kreatif dan efek khusus yang memukau, penonton diajak untuk menjelajahi berbagai alam semesta yang aneh dan penuh keajaiban. Setiap alam semesta yang ditampilkan memiliki keunikan tersendiri, mulai dari dunia di mana semua orang memiliki jari sosis hingga dunia di mana semua orang berbicara dengan suara kucing.
Di balik semua keseruan dan kelucuannya, “Everything Everywhere All At Once” juga menyajikan pesan yang mendalam tentang kehidupan, keluarga, dan identitas. Film ini mengajak penonton untuk menghargai setiap momen dalam hidup, meskipun terkadang terasa sulit dan penuh tantangan. Selain itu, film ini juga menyoroti pentingnya menerima diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Evelyn Wang, sebagai karakter utama, adalah sosok yang sangat relatable. Perjuangannya untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan, serta tekanan untuk memenuhi harapan orang tua, adalah hal-hal yang sering dialami oleh banyak orang. Melalui karakter Evelyn, penonton diajak untuk merenungkan arti kebahagiaan dan makna hidup yang sebenarnya.
Secara keseluruhan, “Everything Everywhere All At Once” adalah sebuah film yang sangat orisinal dan menghibur. Film ini berhasil menggabungkan berbagai genre dengan harmonis, menciptakan sebuah pengalaman menonton yang tak terlupakan. Selain itu, pesan-pesan yang disampaikan dalam film ini juga sangat relevan dan menginspirasi. Jika sobat Suara USU sedang mencari film yang berbeda dan penuh kejutan, “Everything Everywhere All At Once” adalah pilihan yang tepat.
Redaktur: Afrahul Fadhillah Parinduri
Leave a comment