Reporter: Suci Rahmawati Siregar
Suara USU, Medan. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) meraih empat medali dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 1 2026. Olimpiade kedokteran tahunan yang diikuti fakultas kedokteran di Pulau Sumatera ini berlangsung pada 13 September 2026 untuk babak penyisihan secara daring, dilanjutkan babak semifinal dan final secara luring pada 25–27 September 2026 di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang.
Kompetisi ini terdiri dari enam cabang lomba, dengan setiap universitas hanya dapat mengirimkan satu tim per cabang. Perlombaan berlangsung dalam tiga babak. Babak penyisihan menggunakan ujian pilihan ganda (multiple-choice questions/MCQ) secara daring. Enam tim dengan nilai tertinggi melaju ke semifinal yang terdiri dari OSPE dan OSCE. Selanjutnya, tiga tim terbaik bersaing di babak final melalui Lomba Cepat Tepat (LCT) untuk menentukan juara satu hingga tiga. Nilai setiap babak tidak diakumulasikan ke babak berikutnya.
Dari enam cabang yang diperlombakan, FK USU berhasil meraih medali di empat cabang. Medali emas diraih tim Neuropsikiatri yang beranggotakan Naomi Susanti Sinabung dan Nadia Chairunnisa. Medali perak diraih tim Digestive yang beranggotakan Daniel Hezkila Sianipar dan Muhammad Fachrul Zakwan Siregar.
Sementara itu, dua medali perunggu masing-masing diraih tim Muskuloskeletal yang beranggotakan Afiq Triyandi Hakam dan Muhammad Fariidh Ardan Nugroho, serta tim Genitourinary yang beranggotakan Cecilia Congdy dan Zabrina Sabella Rouslie. Seluruh tim mendapat bimbingan dari dosen pembimbing selama persiapan, sedangkan tim Genitourinary juga mendapat bimbingan dari sejumlah senior.
Masing-masing tim menjalani persiapan dengan waktu yang berbeda. Tim Neuropsikiatri memulai persiapan beberapa bulan sebelumnya dengan belajar intensif pada satu bulan terakhir. Sementara itu, tim Digestive mulai mempersiapkan diri secara intensif pada pertengahan Agustus. Tim Muskuloskeletal bahkan telah mempersiapkan diri sejak dua bulan sebelum lomba, setelah melewati seleksi tingkat fakultas.
Begitu pula dengan tim Genitourinary, yang awalnya mengikuti seleksi Faculty Medical Olympiad (FMO) FK USU untuk mencari pengalaman. Mereka kemudian terpilih menjadi delegasi FK USU untuk RMO 2026.
Dalam proses persiapan, masing-masing tim menghadapi tantangan yang beragam. Tim Neuropsikiatri dan Muskuloskeletal harus membagi waktu belajar dengan kesibukan semester akhir dan penyelesaian skripsi.
Tim Digestive menghadapi jadwal ujian blok setiap dua hingga tiga minggu, pengambilan data skripsi, serta kesulitan mencocokkan jadwal belajar bersama. Sementara itu, tim Genitourinary harus mempelajari materi yang cukup luas, mulai dari anatomi dan fisiologi hingga obstetri dan ginekologi, urologi, serta nefrologi, sebagai mahasiswa preklinik tahun kedua.
Kemenangan ini meninggalkan kesan mendalam bagi masing-masing tim. Naomi dari tim Neuropsikiatri mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut mengajarkannya tentang makna sebuah proses.
“Gelar Juara 1 hanyalah puncak gunung es dari sebuah proses panjang yang tidak terlihat. Di balik kemenangan itu, ada ratusan jam belajar, kegagalan saat simulasi, dan manajemen ego untuk terus mengulang materi yang sulit. Konsistensi mengalahkan bakat alami, dan mentalitas untuk tidak menyerah pada proses itulah yang paling membentuk karakter kami hari ini, jauh lebih bernilai dibanding medali yang kami terima,” ungkapnya dalam wawancara dengan Suara USU (02/10/2026).
Afiq dari tim Muskuloskeletal turut membagikan pembelajaran yang diperolehnya. Ia dan Fariidh mengaku telah mengikuti lomba ini sejak semester pertama, sehingga kemenangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang mereka.
“Pembelajaran yang kami dapatkan adalah semangat pantang menyerah dan terus percaya dengan proses,” ujar Afiq.
Sementara itu, bagi Daniel dari tim Digestive, hal paling berkesan selama mengikuti kompetisi adalah kesempatan untuk bertemu teman baru dan menambah pengalaman.
Cecilia dari tim Genitourinary menutup dengan refleksi tentang perjalanan timnya yang berawal dari keinginan mencari pengalaman.
“Kalau awalnya kami hanya ingin mencari pengalaman, setelah terpilih menjadi delegasi, kami ingin menggunakan kesempatan yang diberikan untuk merepresentasikan fakultas sebaik mungkin,” pungkasnya.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment