Reporter: Ghefira Mannawa Salwa
Suara USU, Medan. Tim Meriam Debating Club (MDC), Fakultas Hukum (FH), Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil meraih Juara 2 dalam Kompetisi Debat Hukum Nasional Andalas Law Competition (ALCOM) IX 2026 yang diselenggarakan oleh Kombad Justitia. Prestasi tersebut diraih setelah melewati rangkaian pertandingan yang menguji kemampuan peserta dalam menyusun argumentasi hukum, melakukan riset, dan menyampaikan pendapat secara terstruktur.
Delegasi MDC FH USU terdiri atas Gery Bravo Damanik sebagai ketua delegasi, Sufina Jafa Fadilla, dan Ghira Dinanty. Kompetisi tersebut berlangsung dalam empat tahapan, yaitu penyisihan, semifinal, final, dan perebutan juara. Babak penyisihan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada 12 September, babak semifinal dan final dilaksanakan secara luring pada 2–3 Oktober 2026 di Fakultas Hukum Universitas Andalas.
Peserta dibagi ke dalam empat chamber atau kelompok pertandingan yang masing-masing terdiri atas empat tim, sedangkan satu chamber berisi tiga tim karena jumlah peserta ganjil.
Gery menjelaskan bahwa pada babak semifinal, tim dari chamber A akan berhadapan dengan tim dari chamber B, sedangkan tim dari chamber C akan berhadapan dengan tim dari chamber D. Pemenang dari setiap pertandingan melaju ke final, sementara tim yang kalah bertanding dalam perebutan juara.
“Di babak semifinal, chamber A akan berlawanan dengan chamber B, sedangkan chamber C akan berlawanan dengan chamber D. Pemenang dari masing-masing pertandingan kemudian bertanding di final, sementara tim yang kalah bertanding dalam perebutan juara,” jelas Gery.
Untuk menghadapi tahapan tersebut, tim menjalani riset dan latihan selama lebih dari dua bulan. Persiapan babak penyisihan berlangsung sejak 1 Agustus hingga 11 September 2026, kemudian dilanjutkan pada 13–30 September 2026 untuk menghadapi semifinal dan final.
Dalam proses persiapan, tim menelusuri berbagai sumber hukum dan literatur untuk memahami setiap mosi debat. Hasil riset tersebut kemudian disusun menjadi argumentasi dan dilatih bersama para pelatih.
“Dalam persiapan debat, kami terlebih dahulu melakukan riset terhadap mosi melalui artikel, buku bacaan, peraturan, putusan MK, dan sumber-sumber lainnya. Kemudian kami susun menjadi argumentasi dan kami latih penyampaiannya dengan bantuan para coach,” ujar Gery.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah mempersiapkan argumentasi untuk 10 mosi debat dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Mereka juga harus membagi waktu antara riset, latihan, dan kegiatan perkuliahan.
“Karena mosi debat ALCOM IX sendiri ada 10 mosi dan tiap-tiap mosi memiliki tingkat kesulitan yang lumayan, sehingga membutuhkan pemahaman dan riset yang dalam juga. Terlebih dengan posisi kami sebagai mahasiswa, membuat kami harus bisa membagi waktu antara perlombaan dengan perkuliahan,” ungkap Gery.
Pencapaian Juara 2 tersebut disambut dengan perasaan bahagia, terharu, dan bersyukur oleh Gery dan rekan-rekannya. Bagi mereka, hasil tersebut menjadi titik awal untuk terus belajar, mengevaluasi kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Ke depan, tim MDC FH USU menargetkan untuk kembali mengikuti berbagai kompetisi debat hukum yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi maupun lembaga pemerintahan.
“Kalau bukan dari diri teman-teman yang mencoba, siapa lagi? Saya pribadi hingga saat ini juga masih muncul rasa kurang percaya diri. Namun, inti dari mengikuti perlombaan itu ialah kita tahu sebatas mana kita mampu. Dari mengikuti perlombaan, justru kita mengasah percaya diri dan belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih mapan, dan lebih siap,” pungkas Gery.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment