Home Kabar Kampus HARMONI, Inovasi Halte Hijau Antar Mahasiswa USU Raih Dua Penghargaan
Kabar Kampus

HARMONI, Inovasi Halte Hijau Antar Mahasiswa USU Raih Dua Penghargaan

Share

Reporter: Nelly Nadezda Berzanti Novna

Suara USU, Medan. Tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 3 Nasional kategori karya tulis ilmiah dan penghargaan Honorable Mention sebagai Best Poster dalam OLRAIT Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Renewable Energy (SRE) Politeknik Negeri Medan (Polmed) pada 4 September 2026. Prestasi tersebut diraih melalui karya berjudul “HARMONI: Halte Ramah Lingkungan Mandiri Energi & Informasi sebagai Penunjang Green Economy Horizon di Kota Medan” yang mengusung konsep halte ramah lingkungan berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Tim tersebut terdiri atas Muhammad Farhannadwiy Sinaga sebagai ketua, serta Nazwa Aqilla Auriel dan Nisyah Humairah Rahmad sebagai anggota. Karya mereka disusun di bawah bimbingan Dr. Ir. Rahmi Karolina, S.T., M.T., IPM., GP.

Melalui HARMONI, tim menawarkan konsep halte yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menunggu transportasi umum, tetapi juga memanfaatkan energi surya untuk memenuhi kebutuhan energi secara mandiri dan menyediakan informasi bagi masyarakat. Gagasan ini diharapkan dapat mendukung pemanfaatan EBT sekaligus mendorong penerapan green economy di Kota Medan.

Ide tersebut berangkat dari perhatian tim terhadap pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Dalam penyusunan karya, mereka mengacu pada data bauran EBT yang disebut baru mencapai 15,75 persen, sementara target yang ditetapkan untuk 2025 sebesar 23 persen.

Selain itu, tim menilai halte bus di Kota Medan masih bergantung pada listrik konvensional, padahal kota ini memiliki potensi energi surya yang dapat dimanfaatkan. Data yang mereka gunakan mencakup intensitas radiasi surya sebesar 463,61 W/m², peak sun hours sekitar 4,5 jam per hari, serta potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap sebesar 748,57 MW.

Dalam proses persiapan, salah satu anggota tim, Nazwa Aqilla Auriel, menjelaskan bahwa tim mulai menyusun karya sejak pendaftaran perlombaan dibuka. Mereka segera mendaftarkan diri dan mengembangkan gagasan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan panitia.

Untuk menghadapi seleksi dan persaingan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tim tidak menerapkan strategi khusus. Mereka berfokus pada pemahaman terhadap guidebook atau buku panduan perlombaan agar karya yang dikumpulkan sesuai dengan ketentuan.

“Sebagai peserta kita harus benar-benar membaca dan memahami guidebook yang disediakan panitia lomba agar tidak ada miss information atau kesalahan dalam pengunggahan karya,” ujar Nazwa.

Pencapaian tersebut menjadi pengalaman bagi tim untuk mengembangkan gagasan inovatif dalam menjawab persoalan energi dan lingkungan. Mereka berharap konsep HARMONI dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan energi surya untuk mendukung pengembangan fasilitas publik yang lebih ramah lingkungan di Kota Medan.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.