Reporter: Raka Rafzan Rasyid
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu (17/6) di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota, Medan. Aksi ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Sumatera Utara, di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Politeknik Negeri Medan (POLMED), Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Darma Agung dan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah.
Massa aksi tiba di Lapangan Merdeka pada pukul 15.37 WIB dengan membawa 7 tuntutan, yaitu,
• Mendesak stabilisasi kurs rupiah secara cepat dan tepat
• Reformasi total tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG)
• Tinjau ulang Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang telah disahkan
• Evaluasi total tata Kelola sumber energi
• Tindak tegas oknum yang merugikan negara
• Sahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset
• Menuntut pemerintah bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.
Akhmad Bukhori Pane, salah satu massa aksi menyebutkan bahwa proses koordinasi aksi unjuk rasa ini meliputi berbagai pertemuan dengan beberapa ketua BEM universitas di Sumatera Utara, “Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan beberapa ketua BEM universitas di Sumatera Utara untuk membicarakan aksi ini, hingga pada akhirnya di konsolidasi terakhir kami sepakat untuk menggelar aksi ini,” ujarnya.
Bukhori juga menyampaikan bahwa terdapat dua simbolik yang mereka coba sampaikan kepada masyarakat dan mahasiswa, yaitu aksi yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka dan Menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa bahwa BEM SI juga melakukan regenerasi lintas kepengurusan.
“Kami juga mencoba memberikan dua simbolik dalam aksi ini yaitu melaksanakan aksi di Lapangan Merdeka untuk menekankan bahwa kami tidak lagi percaya dengan DPRD Sumatera Utara karena ketika kita berulang kali melakukan aksi disana, hanya berujung ke suatu hal yang tidak substansi lagi malah terkesan normatif dan sia sia,” jelasnya.
Dengan membentuk lingkaran, masing-masing perwakilan universitas yang tergabung dalam aksi ini menyampaikan orasinya. Salah satu orasi disampaikan oleh Ketua BEM USU, Angga Al Maaris yang menyatakan bahwa pemerintah tidak lagi memfasilitasi dan mendengarkan suara masyarakat.
“Kita turun ke jalan karena pemerintah dan razim-razim di masa ini tidak lagi mau mengakomodir kebutuhan masyarakat dan tidak mau mendengar apa yang diperlukan masyarakat,” ujarnya.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment