Home Kabar Kampus Inovasi Limbah Organik Antar Tim Kasgotrela Innovation Borong Dua Penghargaan
Kabar Kampus

Inovasi Limbah Organik Antar Tim Kasgotrela Innovation Borong Dua Penghargaan

Share

Reporter: Anastasyia Dwi T Sitinjak

Suara USU, Medan. Tim Kasgotrela Innovation dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian (FP), Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil meraih Gold Medal dan ICGI Special Award dalam kompetisi yang diselenggarakan Politeknik Negeri Semarang pada 24 Agustus 2026. Kompetisi tersebut diikuti 133 peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Tim Kasgotrela Innovation terdiri atas Andrean Refaldo Sembiring, Fitri Aulia, Anisa Putri, Allysa Nadira Zahra, Dzaki Fathlullah, dan Lilian Tesa Olivia Manik. Dalam kompetisi tersebut, tim membawa inovasi bernama Magglo Nutri Scan yang memanfaatkan limbah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dikombinasikan dengan Chlorella sp. untuk menghasilkan probiotik bagi sektor perikanan.

Tidak berhenti pada pemanfaatan maggot, residu budidayanya juga diolah menjadi pupuk organik cair (POC) untuk sektor pertanian. Inovasi tersebut turut dilengkapi QR Code yang memungkinkan pengguna mengakses informasi mengenai komposisi, kandungan, tanggal produksi, dan petunjuk penggunaan secara digital.

Salah satu anggota tim, Fitri Aulia, menjelaskan bahwa Magglo Nutri Scan tidak hanya berfokus pada pengolahan limbah, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dan konsep ekonomi sirkular dalam satu rangkaian inovasi.

“Satu rangkaian inovasi ini tidak hanya mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dan konsep ekonomi sirkular untuk mendukung pertanian dan perikanan yang lebih berkelanjutan,” ungkap Fitri.

Gagasan tersebut berawal dari keresahan tim terhadap persoalan sampah di Kota Medan yang terus bertambah. 

“Sejujurnya, ide ini berawal dari keresahan kami melihat permasalahan sampah di Kota Medan yang jumlahnya terus bertambah. Dari situ, kami mulai berpikir bagaimana sesuatu yang selama ini dianggap sebagai waste bisa diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai atau worth,” ungkap Fitri.

Magglo Nutri Scan mulai dikembangkan sejak awal tahun. Sebelumnya, gagasan tersebut telah diikutsertakan dalam kompetisi lain, tetapi belum berhasil meraih juara. Tim kemudian melakukan evaluasi dan revisi terhadap laporan serta konsep inovasi untuk menyempurnakan karya sebelum kembali mengikuti kompetisi.

Dalam persiapannya, tim mengerjakan laporan, mengembangkan konsep, menyusun desain, hingga mempersiapkan presentasi. Pembagian tugas dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing anggota, tetapi mereka tetap saling membantu selama proses pengerjaan. Persiapan berlangsung sekitar Juli hingga Agustus, bertepatan dengan masa libur semester hingga awal perkuliahan.

“Ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai dan percaya pada ide yang sedang dibangun, rasanya selalu ada waktu untuk menyempatkan diri,” ujar Fitri.

Pencapaian tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi tim untuk terus mengembangkan Magglo Nutri Scan agar dapat memberikan dampak nyata dalam mengatasi persoalan limbah organik.

“Bagi kami, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan membuktikan bahwa waste dapat diubah menjadi worth yang memberikan manfaat,” pungkasnya.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.