Reporter: Anastasyia Dwi T Sitinjak
Suara USU, Medan. Tiga mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Business Plan Competition yang diselenggarakan di Meulaboh, Aceh, pada 21–23 September 2026. Prestasi tersebut diraih melalui ArtuGuard, inovasi pelindung kemasan alternatif pengganti bubble wrap yang dikembangkan dengan memanfaatkan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Tim tersebut terdiri atas Shintia Florensia Silaban dari Program Studi Teknik Kimia, Muhammad Rafli Arrayyan dari Program Studi Teknik Elektro, dan Hikmatul Ushwa Dalimunthe dari Program Studi Teknik Kimia.
ArtuGuard dikembangkan sebagai alternatif pelindung kemasan di tengah meningkatnya penggunaan plastik, khususnya bahan yang sulit terurai secara alami. Gagasan tersebut berangkat dari persoalan limbah plastik sekaligus kebutuhan akan bahan pelindung kemasan yang dapat menjadi alternatif bubble wrap.
Salah satu anggota tim, Shintia Florensia Silaban, menjelaskan bahwa ide tersebut muncul setelah tim melihat permasalahan limbah plastik dan keterbatasan bahan baku plastik. “ArtuGuard merupakan pelindung kemasan pengganti bubble wrap. Inovasi ini muncul karena kami melihat limbah sampah plastik yang sangat banyak dan tidak biodegradable, serta permasalahan bahan baku plastik yang sudah mulai habis,” ujar Shintia.
Pengembangan ArtuGuard juga terinspirasi dari honeycomb paper wrap yang telah digunakan sebagai salah satu alternatif pengganti bubble wrap. Namun, tim melihat masih adanya ketergantungan produk tersebut terhadap bahan baku kertas komersial.
“Kami juga terinspirasi dari produk pengganti, yaitu honeycomb paper wrap, tetapi saat ini produk tersebut masih bergantung pada bahan baku kertas komersial. Dari permasalahan itulah kemudian muncul ide untuk membuat ArtuGuard,” jelasnya.
Kompetisi diawali dengan tahap pengajuan proposal. Setelah melalui proses seleksi, tim yang dinyatakan lolos melanjutkan ke tahap final berupa presentasi di hadapan dewan juri. Keikutsertaan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk mengembangkan gagasan sekaligus mengasah kemampuan dalam menyusun konsep bisnis dan mempresentasikan inovasi.
Dalam proses persiapannya, ketiga mahasiswa juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara perkuliahan dan kebutuhan kompetisi. Kondisi tersebut membuat mereka harus menyusun waktu secara disiplin serta menjaga koordinasi antaranggota.
“Tantangannya ada di waktu karena kami juga harus fokus dengan jadwal kuliah. Jadi, kami harus benar-benar disiplin membagi waktu dan menyesuaikan dengan kerja sama tim,” ujarnya.
Setelah meraih Juara 3, tim berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan gagasan dan menghasilkan inovasi lainnya. Mereka juga mendorong mahasiswa lain untuk berani mengikuti kompetisi serta mengembangkan ide yang dimiliki.
“Harapan kami ke depannya, teman-teman yang lain terus semangat mengembangkan ide dan ikut berinovasi di berbagai kompetisi lain juga,” tutup Shintia.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment