Reporter: Erni Yuli Simatupang
Suara USU, Medan. Kontingen mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 9 medali emas dan 3 medali perunggu dalam kejuaraan taekwondo internasional bertajuk Heroes Taekwondo International Championship 2026 yang digelar oleh Heroes Taekwondo Organization di Pattaya, Thailand, pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026. Capaian gemilang ini diraih setelah para atlet melewati masa pemusatan latihan intensif selama satu bulan penuh di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.
Sembilan medali emas tersebut diraih oleh mahasiswa dari berbagai fakultas. Raissa Syahda Adna Syami dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) mengamankan dua medali emas pada nomor Senior Pair Poomsae dan Speed Punch. Dari Fakultas Hukum (FH), Feldicio Haganta Ginting turut menyumbang dua medali emas di kelas Kyorugi Senior Putra Over 87 kg (O-87 kg) dan Speed Punch.
Prestasi emas lainnya diraih oleh Muhammad Ayuki Pratama dari Fakultas Psikologi (Senior Pair Poomsae) serta Jesica Delima br. Surbakti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada kategori Speed Kick. Sementara itu, Angela Rotua Lumban Batu dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sukses menyabet dua medali emas di kategori Speed Kick dan Kyorugi Senior Putri Under 62 kg (U-62 kg). Melengkapi perolehan emas, Nadia Tryhapsari Simanjuntak (FH) juga keluar sebagai juara di kelas Kyorugi Senior Putri Under 53 kg (U-53 kg).
Selain medali emas, kontingen USU juga membawa pulang tiga medali perunggu. Nadia Tryhapsari Simanjuntak menambah perolehan medali lewat nomor Speed Punch, disusul oleh Muhammad Ayuki Pratama pada kategori Senior Poomsae Single Putra, serta Jesica Delima br. Surbakti pada kategori Senior Poomsae Single Putri.
Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo USU, Harpindo Ginting, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini lahir dari komitmen latihan rutin dan persiapan intensif para atlet. Khusus untuk kejuaraan di Thailand, tim USU telah menjalani latihan terpusat selama kurang lebih satu bulan. “Kami terus latihan rutin, tetapi khusus yang bertanding ke Thailand ada latihan khususnya, kurang lebih sebulan rutin,” ujar Harpindo.
Dalam masa persiapan, para atlet menghadapi sejumlah tantangan, terutama membagi fokus antara jadwal latihan harian dan tuntutan akademis. Sebagian atlet bahkan harus menjalani program diet ketat untuk mencapai batas berat badan ideal di kelas tanding masing-masing. “Tantangan dan kendala mungkin mengatur waktu latihan setiap hari dengan kesibukan masing-masing. Kendala lainnya, ada yang berat badannya belum masuk ke kelas tanding, sehingga harus menjaga pola makan dan menurunkan berat badan sebelum hari-H pertandingan,” jelasnya.
Menurut Harpindo, kunci utama keberhasilan kontingen USU di tingkat internasional terletak pada soliditas tim, kedisiplinan, serta kesiapan mental dalam menghadapi atmosfer pertandingan luar negeri. “Kunci keberhasilan para atlet sampai bisa meraih prestasi di kejuaraan kemarin tidak terlepas dari kerja sama tim yang solid. Mereka mempersiapkan diri bukan hanya dari segi teknik dan fisik, melainkan juga mental dan rasa percaya diri,” tambahnya.
Meskipun sukses memborong belasan medali, Harpindo mengingatkan para atlet agar tidak lekas berpuas diri. Evaluasi berkala dan pembinaan regenerasi atlet baru tetap menjadi fokus utama UKM Taekwondo USU untuk menjaga keberlanjutan prestasi di masa mendatang. “Setelah dapat prestasi, jangan sampai mereka malah cepat puas. Justru dari prestasi mereka, kita lihat lagi apa yang masih kurang dan apa yang bisa diperbaiki, supaya ke depannya bisa lebih maksimal. Kita harus tetap jaga yang sudah bagus, sambil terus cari dan kembangkan hal-hal baru. Biar prestasinya tidak cuma berhenti di sini, tetapi bisa terus berlanjut dan bahkan lebih baik lagi ke depannya,” tuturnya.
Menutup wawancara, Harpindo juga mengajak mahasiswa USU yang tertarik mendalami olahraga taekwondo untuk tidak ragu bergabung dan memulai proses dari awal. “Yang paling penting berani mulai, konsisten berlatih, dan mau belajar. Di taekwondo, kita bukan hanya belajar teknik atau bertanding, tetapi juga melatih disiplin, mental, dan cara berkembang bersama tim,” pungkasnya.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment