Home Kabar SUMUT Melodi Lintas Utara, Titik Temu dan Refleksi Komunitas Musik Lokal
Kabar SUMUT

Melodi Lintas Utara, Titik Temu dan Refleksi Komunitas Musik Lokal

Share
Sumber: Suara USU

Oleh: Nanda Shohibul, Grace Nathania & Rafi Rizky

Suara USU, Medan. Komunitas musik lintas genre di Kota Medan berkumpul dalam acara  Melodi Lintas Utara, sebuah kegiatan yang dirancang sebagai wadah pertemuan dan diskusi terbuka antar pelaku skena lokal. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, (12/6), oleh Antar Lintas Skena (ALS) bersama Kedan ComunArt, dan berlangsung di Seis Cafe & Public Space Medan, dimulai pukul 16.00 WIB.

Tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan musik, acara ini juga memfasilitasi sesi diskusi dan wawancara bersama sejumlah pelaku skena lokal sebagai bentuk refleksi atas kondisi komunitas musik saat ini.

Dalam sesi diskusi, Doli Nasution selaku perwakilan dari Antar Lintas Skena, menegaskan bahwa acara ini hadir untuk membuka koneksi yang selama ini masih terpisah di antara pelaku musik lokal.

“ALS ini bukan sekadar ajang ngobrol. Kami ingin komunitas-komunitas musik di Medan saling mengenal, menjadi lebih terbuka, dan bisa berkolaborasi. Kita tidak harus menunggu acara besar untuk duduk bersama seperti ini,” ujarnya.

Perwakilan dari band Shanghai Karate Club juga menyoroti pentingnya interaksi antarskena sebagai pembuka perspektif baru.

“Selama ini kami merasa berjalan sendidi-sendiri. Padahal, banyak hal yang bisa dibagi. Dari acara ini saja kami sudah mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana komunitas lain bertahan dan berkembang,” ungkap mereka.

Band The Gispie menambahkan bahwa sesi diskusi ini membuka kesadaran akan tantangan serupa yang dihadapi para pelaku musik lokal.

“Yang paling berkesan bagi kami, ternyata keresahan yang kita alami mirip-mirip, mulai dari akses ruang tampil hingga masalah dokumentasi. Harapannya, ini bisa menjadi langkah awal untuk merancang sesuatu bersama,” ujar mereka.

Selain sesi diskusi, Melodi Lintas Utara juga menampilkan pertunjukkan musik dari band-band lokal seperti skandal, Dispencer, Shanghai Karate Club, The Gispie, dan Karatis N The BJS. Musik menjadi elemen pemersatu yang mengisi suasana malam dengan energi kolektif dari berbagai genre.

Diselenggarakan dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari komunitas seni, label independen, hingga media lokal seperti Suara USU, Serupawara, Info Konser Medan, dan lainnya, acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas batas tidak hanya mungkin, tetapi juga penting bagi pertumbuhan ekosistem musik di daerah.

Melodi Lintas Utara bukan semata tentang musik, tetapi juga tentang membangun percakapan, saling mengenali, dan merintis kolaborasi yang lebih nyata di masa depan. Acara ini menegaskan bahwa semangat komunitas adalah fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan skena musik lokal.

Redaktur: Nisya Augia

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.