Home Kabar Kampus Musyawarah Besar Pemilihan Ketua Ikatan Alumni Etnomusikologi
Kabar Kampus

Musyawarah Besar Pemilihan Ketua Ikatan Alumni Etnomusikologi

Share

Reporter: Raka Rafzan Rasyid, Dhita Luna

Suara USU, Medan. Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes) dengan agenda pemilihan ketua periode 2026–2028 pada Sabtu (09/05). Musyawarah ini dilaksanakan secara hybrid di Gedung Pagelaran FIB USU dan melalui Zoom Meeting. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh Bapak Edward Fransisco Bangun melalui e-voting dengan perolehan 24 suara.

Selain agenda pemilihan ketua baru IKA Etnomusikologi USU, kegiatan ini juga bertujuan menjalin silaturahmi antaralumni yang telah lama tidak bertemu, serta menghimpun dukungan, partisipasi, dan aspirasi alumni untuk kepengurusan mendatang. Dalam pelaksanaannya, panitia menghadapi tantangan berupa sulitnya mengumpulkan alumni yang telah tersebar di berbagai daerah. Oleh karena itu, metode hybrid dipilih sebagai solusi untuk mengatasi kendala tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana Mubes IKA Etnomusikologi, Karto Situmorang, M.Sn., menjelaskan bahwa proses pelaksanaan kegiatan berlangsung cukup kompleks dalam waktu yang singkat karena panitia harus segera mendapatkan ketua baru. Namun, sejak pembukaan pendaftaran pada 1 Mei hingga penutupan pada 7 Mei, belum ada peserta yang mendaftarkan diri sebagai calon ketua. “Awalnya kami ragu dan khawatir karena sejak pembukaan pendaftaran pada 1 Mei hingga penutupan pada 7 Mei belum ada yang mendaftar. Kami khawatir musyawarah akan diundur. Untungnya, saat musyawarah berlangsung ada yang bersedia mengajukan diri dan ada juga yang ditunjuk, sehingga terdapat dua pasangan calon, yaitu Bang Edward dan Bang Erik,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjembatani masa transisi setelah ketua demisioner menyerahkan mandat kepengurusan pada awal Maret hingga pelaksanaan pemilihan ketua baru. Karto juga mengungkapkan bahwa persiapan Mubes tidak mudah karena panitia harus menghadapi proses konsolidasi peserta dan berbagai tantangan lainnya. Sebelum Mubes dilaksanakan, telah diadakan rapat sebelum Maret dengan agenda penyampaian status demisioner ketua sebelumnya serta penyerahan mandat kepada ketua baru yang akan terpilih nantinya.

Pimpinan Sidang Mubes, Agit Febrianto, menyampaikan bahwa Mubes kali ini mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya menggunakan mekanisme persidangan resmi. Sebelumnya, pemilihan ketua hanya mengandalkan sistem penunjukan oleh para senior dalam forum diskusi biasa. Pelaksanaan kegiatan secara hybrid dengan sistem e-voting dipilih agar seluruh alumni yang berada di luar daerah tetap dapat menggunakan hak suaranya secara adil.

Agit juga menjelaskan kendala yang dihadapi selama memimpin persidangan. “Kendalanya tadi karena menggunakan Zoom, sehingga terdapat gangguan jaringan yang sempat memicu miskomunikasi atau kesalahpahaman. Namun, kami dari pihak persidangan dapat mengatasinya,” ujar alumni Etnomusikologi angkatan 2019 tersebut. Dalam sidang ini, muncul dua nama calon ketua, yakni Erik Pernanda Sitorus angkatan 2011 yang mengajukan diri saat musyawarah berlangsung dan Edward Fransisco Bangun angkatan 1994 yang diajukan oleh peserta musyawarah.

Berdasarkan hasil e-voting dalam persidangan, Edward, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris IKA pada periode lalu, resmi diamanahkan sebagai Ketua Umum IKA Etnomusikologi FIB USU periode 2026–2028 dengan perolehan 24 suara. Ia mengaku menerima amanah tersebut karena merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap organisasi.

Terkait program kerja ke depan, Edward berfokus menjadikan IKA sebagai wadah komunikasi yang intens, baik dalam urusan kekeluargaan maupun profesional. Langkah awal yang akan dilakukan ialah membentuk kepengurusan, melegalkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta memetakan profesi para alumni saat ini. “Cita-cita terbentuknya alumni adalah menjadi wadah komunikasi. Jadi, apabila ada yang mencari pekerjaan, komunikasi dapat semakin terbuka. Kami juga akan mengajak mahasiswa agar mandiri dan tidak hanya bergantung pada profesi sebagai pegawai,” jelasnya.

Keterlibatan mahasiswa sebagai panitia penyelenggara dalam Mubes ini juga memberikan dampak positif. Adyatma Melgide, mahasiswa Etnomusikologi angkatan 2022, mengaku memperoleh banyak pelajaran, mulai dari praktik persidangan hingga kesempatan membangun relasi dengan para alumni. “Hubungan antara alumni dan mahasiswa sangat penting karena modal kuliah saja tidak cukup. Kami membutuhkan relasi dan ilmu dari para alumni. Harapannya, semoga IKA ke depannya lebih aktif, berkontribusi bagi program studi, serta menjalin kolaborasi dengan himpunan mahasiswa,” tutup Adyatma.

Musyawarah ini ditutup dengan harapan besar bagi masa depan organisasi. Di bawah kepemimpinan yang baru, IKA Etnomusikologi diharapkan dapat berkembang menjadi wadah yang lebih stabil, progresif, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh elemen. Lebih dari sekadar menjaga tali silaturahmi antaralumni, organisasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi program studi serta memperkuat sinergi dengan himpunan mahasiswa guna membangun ekosistem relasi yang inklusif dan solutif.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.