
Reporter : Rahma Vina, Merry Gultom
Suara USU, Medan. Pada 12 Juli 2025 Bakti BCA mengadakan event sebagai bagian dari final project para penerima Beasiswa Bakti BCA. Sebuah pameran seni bertajuk “Fase” sukses digelar di Kafe Kaleng, Medan. Acara ini menjadi ajang apresiasi seni sekaligus upaya memperkenalkan UMKM lokal kepada masyarakat luas.
Pameran ini dibentuk oleh 10 mahasiswa penerima beasiswa Bakti BCA sekaligus panitia dan penyusun konsep event dan Kafe Kaleng sebagai mitra kerjasama yang dijadikan tempat berlangsungnya pameran ini. Didampingi satu mentor dan satu fasilitator, para mahasiswa merancang dan melaksanakan event ini dalam waktu persiapan kurang dari satu bulan. Kegiatan ini juga difasilitasi langsung oleh BCA yang secara rutin melakukan pendampingan dan monitoring bagi anggota Bakti BCA setiap bulan. “Ini merupakan final proyek kami, dan kafe kaleng sebagai partner kami jadi dibentuk lah pameran nya di kafe kaleng ini,” ujar Sakdan, salah satu panitia exhibition ini.
Pameran ini mengangkat tema besar fase kehidupan manusia, menggambarkan perjalanan dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Setiap fase disajikan dalam bentuk karya visual yang merefleksikan memori dan tantangan di tiap tahap kehidupan.
Sebanyak 50 karya seni dipamerkan, yang dikumpulkan melalui open submission via Instagram.
Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, dan meski cuaca sempat hujan, antusiasme tetap tinggi.
“Dari awal hingga akhir acara tetap ramai. Wajah para pengunjung terlihat sangat antusias dengan apa yang kami tayangkan,” tambah Sakdan.
Pameran ini hanya diadakan satu kali pada 12 Juli, namun kerja sama dengan Kafe Kaleng akan terus berlanjut dalam bentuk dukungan promosi dan pengenalan UMKM ke masyarakat. Selain pameran, mahasiswa Bakti BCA juga terlibat dalam proyek lain untuk membantu UMKM di wilayah Medan.
Acara ini menjadi bukti bahwa seni bisa menjadi edukatif sekaligus promosi sosial, dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap perkembangan UMKM lokal.
Para mahasiswa tidak hanya mengatur jalannya acara, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kurasi karya, publikasi, serta menjalin komunikasi dengan para seniman dan pelaku UMKM. Melalui proses ini, mereka mendapat pengalaman nyata dalam manajemen event, kolaborasi lintas sektor, hingga pengembangan potensi lokal.
Pameran “Fase” menjadi refleksi bahwa seni dapat menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan sosial dan menggugah empati. Dengan pendekatan yang membumi dan melibatkan komunitas, acara ini membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi jembatan antara generasi muda, pelaku usaha, dan masyarakat.
Redaktur : Indira Rivany
Leave a comment