Home Kabar SUMUT Rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan Resmi Ditutup
Kabar SUMUT

Rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan Resmi Ditutup

Share

Reporter: Nisa Rosanti

Suara USU, Medan. Kota Medan sukses menjadi sorotan nasional seiring dengan digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2026. Sebanyak 88 wali kota, 4 wakil wali kota, 2 sekretaris daerah, dan 1 kepala Bappeda dipastikan hadir langsung di Kota Medan untuk mewakili 98 kota anggota APEKSI dari seluruh penjuru nusantara.

Acara akbar yang berlangsung dari tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2026 ini mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”. Dilansir dari situs resmi apeksi.id, Wali Kota Medan, Rico Waas, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai tantangan nyata yang tengah dihadapi oleh kota-kota di Indonesia saat ini.

“Kota tangguh adalah kota yang mampu bertahan dalam berbagai situasi. Bukan hanya memiliki mitigasi bencana yang baik, tetapi juga tangguh secara fiskal, mampu mengendalikan inflasi, menjaga lingkungan hidup, serta memiliki strategi pemulihan ketika menghadapi krisis,” ujarnya.

Rangkaian acara akbar ini sudah dimulai sejak tanggal 28 hingga 30 Juni melalui kegiatan Youth City Changers (YCC). Program yang melibatkan pemuda kota sebagai mitra pembangunan ini diisi dengan Talkshow Kota Tangguh, Malam Ekspresi Orang Muda, kegiatan Raon-Raon City Light, serta berbagai aksi muda yang tersebar di Hotel Le’Polonia, Taman Bunga Community Park, dan Kawasan Sungai Babura.

Geliat utama acara semakin terasa pada 30 Juni saat para delegasi tiba di Kota Medan dan melakukan registrasi di Hotel Santika Premiere Dyandra serta Hotel Grand City Hall. Pada hari yang sama, sejumlah side events penting langsung bergulir, seperti Forum Bakti di Hotel JW Marriott, Forum Lingkungan Hidup di Hotel Arya Duta, dan ditutup hangat lewat Gala Dinner sekaligus penutupan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) di Lapangan Merdeka.

Memasuki tanggal 1 Juli, agenda resmi dilanjutkan dengan Pembukaan dan Kunjungan Indonesia City Expo (ICE), Bazar Kuliner UMKM, serta Pentas Seni di Lapangan Benteng yang melibatkan 375 pelaku usaha. Pada hari yang sama, diadakan pula Ladies Program berupa kegiatan naik Becak Motor (Betor) bagi Ketua TP-PKK/Dekranasda. Sementara itu, para wali kota terlibat dalam “Dialog Kota Tangguh” bersama Menko dan Mendagri, pembukaan resmi Rakernas di Hotel Grand City Hall, serta city tour ke berbagai situs sejarah seperti Tjong A Fie Mansion dan Masjid Raya Al-Mashun.

Pada Kamis, 2 Juli, aktivitas dimulai dengan senam bersama dan aksi penanaman pohon di Taman Cadika oleh Wali Kota Medan, Rico Waas, bersama Ketua APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang dibantu oleh sukarelawan AIESEC. Setelah aksi lingkungan, para wali kota menghadiri Sidang Pleno empat sesi untuk membahas laporan kerja hingga pemilihan tuan rumah Rakernas berikutnya.

Malam harinya, suasana Medan semakin semarak dengan Karnaval Budaya “The Sparkling of Local Heroes & Culture” di sepanjang Jalan Pemuda hingga Lapangan Merdeka yang melibatkan 2.800 peserta dari 70 kota. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, dijadwalkan menutup resmi rangkaian utama ini.

Rangkaian pameran ICE akhirnya resmi ditutup pada Jumat, 3 Juli di Hotel Santika Premiere Dyandra dengan pengumuman stan dan karnaval terbaik. Seluruh kemeriahan pesta rakyat ini kemudian dipungkasi pada tanggal 4 Juli lewat acara Hiburan Rakyat bertema “Pesona Colorful Medan” di Lapangan Merdeka yang dibuka secara luas bagi seluruh masyarakat.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.