Home Sastra Saat Tertinggal
Sastra

Saat Tertinggal

Share

Penulis: Putri Aisyah Silalahi

 

Bukan perlombaan, mereka bilang,

Tapi mengapa saat kalah, sesak di dada mengikat erat?

Bukan soal sejajar, tapi beriringan tanpa hilang,

Namun saat tertinggal, hati serasa remuk, sulit terselamatkan.

 

Mereka jauh di depan, semakin nyata,

Aku tertinggal di sini, terjebak dalam diam.

Mereka berlari, sementara langkahku tersendat,

Mencoba mencerna apa yang sebenarnya kujalani kini.

 

Sebagai manusia, dicipta paling sempurna katanya,

Namun aku malu, hanya bisa mengeluh,

Menyalahkan yang pergi meninggalkan,

Padahal yang rela tertinggal, hanyalah diriku sendiri.

 

Hei bodoh! Tak ada kata tertinggal di sini,

Jika lelah, istirahatlah,

Esok kau bisa mulai lagi.

Tapi jika hanya berdiam diri,

Dengan hati penuh iri,

Tak ada yang akan sembuh,

Hanya luka yang semakin dalam.

 

Benar, kau tertahan, aku tertahan,

Tanpa tujuan, bahkan pencapaian tak menggugah,

Apa yang sebenarnya kita kejar?

Jika hilang sekalipun, dunia tak peduli,

Namun jangan ikut bodoh,

Kau hidup untuk dirimu sendiri.

 

Jangan patah hati,

Jika bukan hari ini, mungkin besok kita bisa mulai lagi,

Tak perlu resah akan puncak yang hanya sesaat.

Hidup bukan soal menang atau kalah,

Tapi menjadi bermanfaat,  sebab di akhir nanti, kita semua pun kembali pada tanah.

Redaktur: Yuni Hikmah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.