Home Puisi Peluh Seorang Ayah
PuisiSastra

Peluh Seorang Ayah

Share

Oleh: Anastasyia Sitinjak

Ayah, namamu adalah doa

yang memeluk setiap waktu.

Meski lelah menyelimuti ragamu,

engkau tetap ada untukku.

Di balik bajumu yang lusuh,

terselip perjuangan panjang penuh cinta.

Kau pendam lelah meski rapuh

demi keluarga tercinta.

Tangan yang terlihat kasar

menjadi bukti perjuanganmu yang nyata.

Engkau tuntun aku dengan sabar

agar tak hilang arah dan asa.

Ayah, engkau bukan sekadar pejuang keluarga,

tetapi juga perisai tempatku berteduh.

Saat dunia menuntutmu tanpa cela,

ada lelah yang kau dekap dengan teguh.

Ayah, maafkan aku

yang sering membuatmu terluka.

Atas ego yang belum mampu kukendalikan,

izinkan aku menghapus lukamu dengan doa.

Ayah, terima kasih atas segalanya.

Engkau cahaya dalam hidupku.

Tak ada kata yang mampu membalasnya,

selain doa yang selalu kupanjatkan untukmu.

Redaktur: Debora Gracia Nauli

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles