Home Kabar SUMUT Sekolah Rakyat, Upaya Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Kabar SUMUTNews

Sekolah Rakyat, Upaya Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Share
Sumber: GoodStats

Oleh: Debora Gracia Nauli Siregar

Suara USU, Medan. Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dirancang sebagai ruang belajar alternatif yang inklusif dan berpihak pada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini diluncurkan secara nasional dan tidak hanya dilaksanakan di Sumatera Utara, tetapi juga akan hadir di berbagai provinsi lainnya di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait, Sekolah Rakyat bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi mereka.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Sekolah Rakyat tidak hanya menawarkan pembelajaran formal untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, tetapi juga memberikan fasilitas pendukung secara gratis, seperti seragam sekolah, makanan harian, asrama, dan perlengkapan belajar lainnya. Proses seleksi siswa dilakukan secara bertahap, dimulai dari verifikasi status ekonomi hingga pelaksanaan tes akademik, guna memastikan bahwa anak-anak yang benar-benar membutuhkan bisa merasakan manfaat dari program ini.

Berdasarkan SK Menteri RI Nomor: 126/HUK/2025 Tanggal 19 Juni 2025 tentang Penetapan Lokasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, program ini tidak hanya dilaksanakan di Kota Medan, tetapi juga di berbagai kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara. Lokasi-lokasi tersebut akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2024/2025.

Pada tahap pertama, terdapat empat wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yaitu:

1. Kabupaten Deli Serdang, yang diusulkan oleh Sentra Insyaf Medan Kementerian Sosial. Sekolah berlokasi di Jl. Berdikari No. 37 Lau Baken, Suka Rende, Kec. Kutalimbaru, dengan total 6 rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan jumlah siswa mencapai 150 orang.

2. Kota Medan, melalui Sentra Bahagia Medan, berlokasi di Jl. Williem Iskandar No. 337, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung. Terdapat 4 rombel dengan kapasitas 100 siswa untuk jenjang SMP.

3. Kota Tebing Tinggi, yang difasilitasi oleh Pemko Tebing Tinggi bersama UIN Sumatera Utara (UINSU). Sekolah ini berada di Kampus V UINSU, Jl. Leuser, Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, menyediakan 4 rombel untuk jenjang SMA dengan total siswa sebanyak 100 orang.

4. Kota Padang Sidempuan, dengan lokasi di SMKN Pertanian Jl. Perintis, Matinggi, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan sekolah ini untuk jenjang SMA dengan 3 rombel dan kapasitas 75 siswa.

Selanjutnya, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang diselenggarakan secara daring oleh Menteri Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah pada tanggal 23 Juni 2025, Sumatera Utara kembali mendapatkan tambahan lokasi Sekolah Rakyat pada tiga kabupaten yang memiliki Balai Latihan Kerja (BLK). Lokasi tambahan ini termasuk dalam tahap kedua pelaksanaan program.

Tiga lokasi tambahan tersebut adalah:

1. Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan lokasi di Balai Latihan Kerja Tapanuli Selatan di Link. Siharang-karang, Kelurahan Lembah Lubuh Manik, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Sekolah ini menyediakan 2 rombel untuk jenjang SMP dan 2 rombel untuk jenjang SMA, masing-masing dengan kapasitas 50 siswa.

2. Kabupaten Deli Serdang, di Balai Latihan Kerja Deli Serdang yang beralamat di Jl. Antara, Desa Bakaran Batu, Lubuk Pakam. Lokasi ini memiliki 2 rombel untuk jenjang SMA, dengan total 50 siswa.

3. Kabupaten Batubara, di Balai Latihan Kerja Batubara yang berlokasi di Jl. Lintas Sumatera Km. 130, Desa Petatal, Dusun I, Kecamatan Datuk Tanah Datar. Sekolah ini memiliki 1 rombel untuk jenjang SMA dengan kapasitas 25 siswa.

Hadirnya Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan dan memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh anak bangsa. Diharapkan, program ini dapat menjadi titik awal perubahan bagi banyak anak di Sumatera Utara untuk menata masa depan yang lebih cerah dan berkeadilan.

Redaktur: Zahra Zaina Rusty 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.