Home Kabar Kampus Teknik Pertanian dan Biosistem Gelar Cupping Class dan Workshop Hilirisasi, Strategi Jitu Tingkatkan Nilai Ekspor Kopi Indonesia
Kabar Kampus

Teknik Pertanian dan Biosistem Gelar Cupping Class dan Workshop Hilirisasi, Strategi Jitu Tingkatkan Nilai Ekspor Kopi Indonesia

Share

Reporter: Gisela Canary Putri/Nurul Khotimah/Syarifah Puteri

Suara USU, Medan. Cupping class dan workshop tentang hilirisasi peluang ekspor kopi sukses diadakan di gedung prodi teknik pertanian dan biosistem pada Sabtu (28/09). Acara ini dihadiri oleh Bapak Dr. Taufik Rizaldi. STP, MP., selaku ketua prodi, Bapak Titis Budi Prihatin STP dan Bapak Yuyu Wahyudi selaku pemateri dari CV Mandiri Kopi, beberapa dosen serta mahasiswa prodi teknik pertanian dan biosistem.

Kegiatan worskshop ini bertemakan ‘Mesin dan peralatan kopi dan peluang ekspor kopi untuk platform B2C dan B2B serta Cupping Class’. Cupping sendiri sangat berperan untuk penentuan kualitas dan mutu kopi yang akan dieskpor.

Acara ini diawali dengan pemaparan materi tentang teknologi pengolahan kopi dan hilirisasi peluang ekspor kopi di Indonesia. Kegiatan workshop dilanjut dengan praktek pengenalan kopi robusta dan arabica sesuai gradenya oleh Bapak Yuyu Wahyudi di ruang showcase teknik pertanian dan biosistem. “Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pembelajaran dengan mengimplementasikan dari apa yang telah dipelajari mahasiswa pada salah satu mata kuliahnya tentang pengolahan kopi, mulai dari pemanenan hingga proses ekspor kopi ke luar negeri,” tutur Taufik.

Acara rutin yang dilaksanakan tiap tahun ini membuat panitia yaitu dosen dan mahasiswa sudah mengerti apa yang harus disiapkan, sehingga hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk mempersiapkan kegiatan workshop ini. “Perusahaan kopi khususnya CV Mandiri Kopi membutuhkan mahasiswa sebagai talent baru untuk bisa meneliti mutu kopi dengan lebih baik lagi sebelum diekspor ke luar negri. Banyak profesi yang dapat digeluti oleh mahasiswa di industri kopi seperti menjadi green bean processor, peneliti mutu kopi, eksportir, supplier, roaster, dan barista. Profesi tersebut dapat dilakukan secara profesional dan berstandarisasi nasional maupun internasional, contohnya Q grader untuk arabica dan R grader untuk robusta,” ungkap Titis Budi Prihatin.

Titis berharap untuk terus untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dan jangan pernah berhenti belajar karena ilmu berkembang sepadan dengan waktu dan jamannya. Saya berharap pihak prodi bisa semakin sering berkolaborasi dengan CV Mandiri Kopi karena dunia industri butuh sumber daya manusia yang berkualitas dari para mahasiswa”

“Menurut saya kegiatan ini menarik dan sesuai dengan ekspektasi saya, jadi saya dapat mempraktekkan langsung apa yang sudah dipelajari di kampus,” tutur Nazwa Salmita sebagai salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.