Home Kabar Kampus Tim SOEPOMO FH USU Sabet Juara 1 dan Best Speaker
Kabar Kampus

Tim SOEPOMO FH USU Sabet Juara 1 dan Best Speaker

Share

Reporter: Anastasyia Dwi T Sitinjak

Suara USU, Medan. Tiga mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Universitas Sumatera Utara (USU), yang tergabung dalam tim SOEPOMO berhasil meraih Juara 1 debat dan penghargaan Best Speaker dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 1 Oktober 2026. Kompetisi tersebut mengangkat tema “Menakar Masa Depan Electoral Justice: Reformasi Hukum Pemilu untuk Demokrasi yang Berintegritas”.

Tim SOEPOMO terdiri atas Zaskia Alia Putri Sidabutar, Teuku Muhammad Raihan, dan Rafael Batista Tampubolon, mahasiswa stambuk 2024. Kompetisi berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu penyisihan, semifinal, dan final. Tema keadilan pemilu dipilih karena dinilai menarik untuk dipelajari, terutama dalam memahami reformasi hukum pemilu dan demokrasi yang berintegritas.

Salah satu anggota tim, Zaskia Alia Putri Sidabutar, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka tidak hanya bertujuan meraih prestasi, tetapi juga menguji kemampuan debat hukum dan memperoleh pengalaman baru bersama tim.

“Selama ini kami belajar hukum bukan hanya untuk memahami teori, tapi juga bagaimana menyampaikan dan mempertanggungjawabkan apa yang kami pahami. Selain itu, kami juga ingin punya pengalaman baru bersama sebagai tim. Mulai dari persiapan, latihan, sampai akhirnya berangkat dan bertanding, semuanya menjadi proses yang menurut kami berharga,” ungkap Zaskia.

Dalam persiapannya, tim menghadapi tantangan berupa waktu latihan yang singkat. Kondisi tersebut menuntut mereka untuk memaksimalkan persiapan agar mampu menghadapi lawan selama kompetisi.

“Tantangan terbesar bagi tim kami adalah waktu persiapan yang cukup singkat, sehingga kami harus berlari dua kali lipat lebih cepat dari pertandingan biasanya. Namun, hal itulah yang membentuk kami menjadi pribadi yang lebih siap dan berani menghadapi tim lawan,” ujarnya.

Ketua Umum Meriam Debating Club (MDC) sekaligus pelatih tim SOEPOMO, Raisha Pauline Simanungkalit, mahasiswa FH USU stambuk 2023, menilai kompetisi debat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi, dan menyampaikan pendapat secara terstruktur.

“Menurut saya, kompetisi seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tapi juga bagaimana menerapkan dan menyampaikan apa yang kita pahami,” ungkap Raisha.

Bagi anggota SOEPOMO, pengalaman selama kompetisi juga memperkuat kerja sama tim. Mereka belajar bahwa proses berkompetisi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada kemampuan untuk berkembang dan saling mendukung.

“Jadi, bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang bagaimana kami bisa berkembang dan saling menguatkan selama prosesnya,” tambah Zaskia.

Raisha berharap para anggota tim dapat menghargai proses yang dijalani dan tidak hanya berfokus pada kemenangan. la juga mendorong mahasiswa untuk terus belajar dan berani mengambil kesempatan untuk berprestasi.

“Untuk ke depannya, saya berharap adik- adik saya tidak hanya fokus pada menang atau kalah, tetapi juga menikmati setiap proses yang dijalani,” tuturnya.

Atas pencapaian tersebut, tim SOEPOMO berharap dapat terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti kompetisi lainnya untuk membawa nama Meriam Debating Club dan USU semakin dikenal.

“Jangan tunggu kalian sampai merasa hebat terlebih dahulu baru mau memulai, tetapi nikmati proses belajar berdebat karena hal tersebutlah yang membentuk diri kita lebih berani dan siap,” pesan Zaskia.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.