Reporter: Emia Timentha Tarigan, Suci Lestari Ginting
Suara USU, Medan. Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan dialog interaktif dan nonton bersama film Djamin Setia Selamanya di Cinepolis, Sun Plaza, Medan, pada Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut mengusung tema “Keteladanan Djamin Ginting dalam Kehidupan Keluarga, Masyarakat, dan Negara”.
Acara ini turut dihadiri Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Irini Dewi Wanti, S.S.,M.SP., Dekan FIB USU Muhammad Pujiono S.S., M.Hum., Ph.D., dan Ketua Pelaksana M. Aziz Rizky Lubis, S.S., M.A. Selain itu, hadir pula keluarga besar Letnan Jenderal Djamin Ginting, mahasiswa, dosen, tokoh masyarakat, akademisi, insan media, serta tamu undangan. Sebanyak 58 orang mengikuti sesi dialog interaktif, sedangkan sesi nonton bersama diikuti 550 orang dari civitas akademika FIB, UPT Museum Negeri Medan, PPK, dan sejumlah instansi lain.
Dalam sambutannya, Irini menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan sangat memperhatikan pengembangan film bertema kepahlawanan. Berdasarkan arahan menteri, kementerian memproduksi tujuh film kepahlawanan. Saat ini, produksi film-film tersebut sedang berjalan, dan salah satunya adalah film Djamin Ginting. Menurutnya, film merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai kepahlawanan kepada generasi muda. “Cara atau metode paling ampuh untuk mentransfer pengetahuan kepada generasi penerus dan membentuk karakter. Karena itu, penting untuk mendukung pascaproduksi film Djamin Ginting,” ujarnya.
Setelah sambutan oleh ibu Irini, acara dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif bersama narasumber Prof. Drs. Suprayitno, M.hum., Ph.d., guru besar sejarah sekaligus Ketua Masyarakat Sejarawan Sumatera Utara. Dalam sesi tersebut, ia menjelaskan alasan dan makna di balik judul film, yaitu kesetiaan Djamin Ginting sampai selamanya. Menurutnya, Djamin Ginting setia kepada negara, keluarga, cita-cita, dan pendidikan bangsa. Ia menambahkan bahwa Djamin sangat peduli terhadap pendidikan dan memandang buku sebagai hal yang penting.
Sebagai salah satu penulis buku tentang Djamin Ginting, Suprayitno juga memberikan masukan kepada pembuat film. Ia menilai film dapat menjadi media pendidikan bagi generasi muda. Menurutnya, unsur humor dapat diselipkan dalam film agar alur yang serius tetap menarik bagi penonton.
Ia menutup dengan menyampaikan pesan dan kesan. Suprayitno menekankan bahwa setiap orang harus memiliki tujuan dan motivasi yang konsisten, sebagaimana ditanamkan dalam buku tersebut. Hal itu, menurutnya, tercermin dari perjuangan Djamin Ginting saat menghadapi agresi militer Belanda. Dalam situasi sulit, semangat dan motivasi harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.
Sementara itu, M. Aziz Rizky Lubis selaku ketua pelaksana kegiatan ini berharap film ini dapat menjadi media pembelajaran sejarah yang sederhana. Melalui film, masyarakat lebih mudah memahami sosok pahlawan dan peristiwa yang terjadi pada masanya. “Kita tidak hanya belajar tentang siapa tokohnya dan apa yang pernah ia lakukan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita juga bisa melakukan hal serupa, meskipun tidak dalam lingkup bangsa dan negara. Djamin Ginting mengajarkan kita untuk menjadi pahlawan bagi keluarga, lingkungan yang paling kecil. Setelah itu, barulah kita bisa berbuat bagi lingkungan yang lebih besar,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan nonton bersama seluruh tamu undangan. Pemutaran film dimulai pukul 15.40 WIB di tiga studio bioskop.
Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari
Leave a comment