
Oleh: Iqbal Sholihin
Suara USU, Medan. Pada hari Jumat, 20 Juni 2025, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia resmi membuka Indonesian International Halal Festival (IIHF) 2025 di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC). Gelaran akbar ini menjadi panggung utama untuk menggaungkan misi global “Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia” atau “Indonesian Halal for Community of The World”.
Dalam sambutannya, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal, mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung misi besar ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi nasional agar Indonesia dapat menjadi pusat halal dunia. “Mari kita semua support, kita dukung supaya halal Indonesia melambung ke Internasional. Yang kami canangkan daripada halal adalah Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia, Halal for Community of the World,” ujarnya.
Dalam mencapai misi global ini, pengadaan forum IIHF menjadi langkah konkret. Forum IIHF menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen mendukung misi global sebagai pusat industri halal dunia. Forum ini menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam memajukan industri halal. Pada forum ini, BPJPH berhasil melakukan penandatanganan kerja sama dengan 26 negara. Kerja sama ini mencakup 16 nota kesepahaman (MoU) yang akan memperkuat hubungan bilateral dalam pengembangan produk halal dan 11 perjanjian pengakuan bersama atau Mutual Recognition Agreement (MRA) yang akan memfasilitasi pengakuan sertifikasi halal antarnegara, mempermudah perdagangan produk halal lintas negara.
Perjanjian pengakuan bersama (MRA) merupakan langkah penting dalam menuju standar halal global. Dengan adanya MRA, produk halal Indonesia dapat lebih mudah masuk ke pasar internasional. Begitu pula sebaliknya, produk halal dari negara lain juga akan lebih mudah diakui di Indonesia, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi global yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum IIHF 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Kepala BPJPH Afriansyah Noor, para jajarannya, serta perwakilan lembaga halal luar negeri, duta besar negara sahabat, dan pemangku kepentingan industri halal berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka menunjukkan dukungannya atas inisiatif Indonesia dalam memajukan ekosistem halal global.
Mengangkat tema “Halal as a lifestyle”, IIHF 2025 mengusung pesan bahwa konsep halal kini tidak terbatas pada kewajuban agama, tetapi telah berevolusi menjadi gaya hidup. Nilai-nilai seperti kebersihan, kesehatan, dan kepercayaan menjadi esensi dari gaya hidup halal yang inklusif dan modern. Hal ini berarti bahwa nilai-nilai pada konsep halal sendiri dapat dinikmati oleh siapa pun, tanpa memandang latar belakang agama, suku, atau ras mereka.
Babe Haikal juga membagikan pengalamannya saat berkeliling ke berbagai negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan Rusia. Ia menceritakan bahwa layanan makanan halal telah tersedia secara luas di berbagai restoran, hotel, dan maskapai penerbangan. Hal ini menunjukkan bahwa dunia sudah sangat terbuka terhadap konsep layanan halal, melampaui batas geografis dan budaya. Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi industri halal yang sangat besar. Indonesia juga memiliki potensi yang baik sebagai kiblat atau pusat halal dunia, sesuai dengan misi halal global yang digaungkan.
Pameran IIHF 2025 menampilkan berbagai produk halal dari berbagai sektor industri, mulai dari makanan, minuman, kosmetik, farmasi, hingga farmasi, hingga fashion. Pengunjung dapat menemukan inovasi terkini dalam makanan dan minuman halal, produk kosmetik yang sesuai syariah, farmasi halal, hingga tren busana Muslim terkini. Keberagaman produk ini menunjukkan dinamisme dan potensi besar industri halal Indonesia.
Selain pameran, terdapat juga kegiatan inspiratif dan edukatif seperti kajian islami. Kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman pengunjung. Ada pula talkshow yang menghadirkan pakar-pakar industri halal, serta berbagai hadiah menarik dari doorprize. Terdapat juga hiburan dari berbagai musisi ternama seperti Raim Laode, Fabio Asher, dan grup musik gambus El Corona untuk memeriahkan acara.
Bagi para pelaku bisnis, tersedia juga sesi business matching yang strategis. Sesi ini mempertemukan produsen halal internasional dengan importir domestik, menciptakan peluang kolaborasi dan ekspansi pasar yang berharga. Ini merupakan platform ideal bagi para pelaku usaha untuk menjalin kemitraan, memperluas jaringan, dan mengeksplor peluang bisnis baru di pasar halal global.
BPJPH juga memfasilitasi sertifikasi halal dengan membuka booth layanan sertifikasi halal gratis. Selain itu, disediakan juga layanan konsultasi bagi masyarakat umum dan pelaku usaha yang ingin memahami proses sertifikasi halal secara menyeluruh. Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal dan mempermudah akses bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro dan Kecil (UMK), untuk mendapatkan sertifikasi.
Dengan misi “Halal Indonesia untuk Masyarakat Dunia,” BPJPH tidak hanya berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan produk halal yang berkualitas, inklusif, terpercaya, dan berdaya saing tinggi.
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment