Reporter: Dinda Sajidah dan Dhita Luna
Suara USU, Medan. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang untuk menyambut 280 mahasiswa baru dengan menyoroti dua fokus utama, yaitu kecepatan adaptasi terhadap teknologi dan komitmen menghapus budaya senioritas.
Terdapat penyesuaian jadwal dalam pelaksanaan PKKMB Fasilkom-TI tahun ini. Rangkaian kegiatan tahun ini memberikan alokasi waktu yang lebih banyak untuk pelaksanaan di tingkat fakultas dibandingkan dengan tingkat universitas. Ketua Pelaksana PKKMB Fasilkom-TI,Tito Afwi Senda, S.T., M.Kom., menyebutkan bahwa usai pembukaan di Lapangan Kembar, peserta langsung diarahkan ke fakultas agar pengenalan terkait sarana fisik, pimpinan, hingga dosen pengajar dapat dilakukan secara lebih mendalam.
Sepanjang tiga hari kegiatan, panitia menghadirkan 12 pemateri untuk membekali mahasiswa. Selain materi standar seperti pembinaan karakter dan Sustainable Development Goals (SDGs), terdapat muatan wajib baru dari pihak universitas. Materi tersebut mencakup mitigasi kebencanaan serta pedoman dari Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Khusus di lingkup fakultas, peserta langsung dibekali tata cara penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIA) agar tidak kesulitan saat harus mengurus administrasi dan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).
Persiapan teknis ini sejalan dengan tuntutan perkuliahan di Fasilkom-TI. Wakil Dekan I, Dr. Amalia, S.T., M.T., menyoroti bahwa mahasiswa baru yang didominasi Generasi Z dituntut memiliki kecepatan adaptasi yang tinggi, mengingat fakultas telah menerapkan Learning Management System (LMS) atau e-learning secara penuh.
“Ilmu kita ini adalah ilmu yang berkembang setiap detiknya. Teknologi yang hari ini baru kita rencanakan, mungkin di belahan dunia lain sudah diimplementasikan. Makanya, mahasiswa harus disiplin, punya critical thinking, dan cepat beradaptasi dengan algoritma baru setiap harinya,” tegas Amalia.
Mengambil inspirasi dari dunia pemrograman, panitia turut menyematkan nama Compile sebagai tema besar tahun ini. Ketua Panitia PKKMB Fasilkom-TI 2026 dari mahasiswa, Ahmad Fazri Berutu, menyebut compile sebagai proses krusial yang menyatukan baris-baris kode yang terpisah, menjadi satu program utuh dan fungsional.
“Mahasiswa baru Fasilkom-TI ini datang dari sekolah, daerah, dan latar belakang yang berbeda-beda layaknya baris kode yang masih terpencar. Lewat proses compile di PKKMB inilah, perbedaan tersebut disatukan dan diselaraskan agar mereka siap berjalan bersama sebagai satu kesatuan,” jelas Ahmad.
Guna mencairkan suasana sekaligus mengasah empati, panitia juga merancang program bertajuk “Ekspresi Berdampak”. Lewat sesi ini, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok untuk mementaskan drama singkat. Ahmad mengungkapkan, bila tahun sebelumnya kegiatan difokuskan pada iklan layanan masyarakat tentang lingkungan, tahun ini tema teater difokuskan pada isu kemahasiswaan, khususnya mengenai dampak buruk perundungan di era sekarang.
Isu perundungan nyatanya memang mendapat perhatian serius. Pihak fakultas turut memastikan agar upaya pencegahan tidak berhenti pada teguran lisan. Tahun ini, panitia diwajibkan menandatangani Pakta Integritas yang melarang keras segala bentuk perpeloncoan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi administratif akan segera dijatuhkan. Untuk urusan medis, fakultas juga telah menyiapkan divisi kesehatan khusus dengan alur penanganan darurat yang tertata rapi.
Di akhir wawancara, Ahmad mengakui bahwa keterbatasan waktu dalam pembentukan panitia sempat menjadi tantangan tersendiri. Namun, kerja sama tim yang solid berhasil mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru. Ia berharap kepanitiaan selanjutnya dapat terus melakukan perbaikan sekaligus mempertahankan lingkungan kampus yang bebas dari senioritas.
“Harapanku, ke depannya kepanitiaan bisa lebih baik dan kita bisa terus mempertahankan lingkungan kampus tanpa senioritas. Karena kenyamanan dan kebersamaan itulah tujuan utama kami di Fasilkom-TI,” pungkasnya.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment