
Oleh: Syafira Sari
Tuan yang duduk di singgasana tinggi
Jubahmu disulam ambisi tak henti
Telingamu tuli pada jerit bumi
Matamu rabun akan luka kami
Kau ukir janji di batu api
Lalu hanguskan nurani sendiri
Kekuasaan kau jaga sepenuh hati
Meski rakyatmu menjerit sunyi
Cukup! Sudah cukup, kami terlalu menderita!
Kami sakit, Pak! Tolong!
Cukup! Cukup, Pak!
Hutan menangis di bawah palu besi
Air jernih kini berwajah sepi
Langit pun muram menyaksikan tragedi
Tapi kau sibuk menghitung hasil tambi
Tak kau lihat burung kehilangan sarang
Anak kehilangan tempat bermain riang
Ibu kehilangan tanah dan ladang
Namun kau terus menggenggam uang
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment