Home Kabar Kampus Gelar Panggung Kreatif, Perpustakaan USU Wadahi Ekspresi Seni Sivitas Akademika 
Kabar Kampus

Gelar Panggung Kreatif, Perpustakaan USU Wadahi Ekspresi Seni Sivitas Akademika 

Share

Reporter: Deswina Listiani Matondang, Muhammad Ar Rofi Nasution, dan Raka Rafzan Rasyid

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Perpustakaan USU menggelar Panggung Kreatif bertajuk “Kreasi Lintas Skena” di Taman Perpustakaan USU, Selasa (18/8/2026) pukul 16.15 WIB. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan sivitas akademika USU untuk mengekspresikan minat, bakat, dan kreativitas melalui beragam pertunjukan seni serta kegiatan kreatif.

Panggung Kreatif USU menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari musik, solo gitar, musikalisasi puisi, teater, hingga free stage. Sejumlah penampil yang turut mengisi acara di antaranya Mosgoth, Teater O, Melgide, dan Amin Zaki. Selain pertunjukan musik dan seni, kegiatan ini juga terbuka bagi sivitas akademika yang memiliki minat pada seni tari, akting, hingga catur.

Dalam pembukaan acara, MC menyampaikan bahwa “Kreasi Lintas Skena” akan menjadi tema yang diusung hingga akhir tahun. Tema tersebut digunakan untuk menghimpun bakat-bakat yang belum memiliki wadah untuk berkembang dan tampil. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk menyalurkan minat dan kreativitas di luar kegiatan perkuliahan.

Salah satu penggagas sekaligus mahasiswa Program Magister Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Agit Febrianto, menyatakan bahwa Panggung Kreatif USU lahir dari keresahan terhadap minimnya aktivitas mahasiswa di luar jam perkuliahan. “Awalnya terbentuknya ini atas keresahan mahasiswa sebetulnya. Mahasiswa sekarang kan kurang aktif lah ya. Masa setelah pulang kuliah tidak ada kegiatan,” ujarnya.

Kegiatan ini kemudian diwujudkan melalui kerja sama dengan Perpustakaan USU, serta diketahui langsung oleh Kepala Perpustakaan yaitu Prof. Dr. Syahril Efendi, S.Si., M.I.T. Pelaksanaan pada Selasa (18/8/2026) merupakan gelaran kedua setelah pertunjukan perdana yang berlangsung pada Juni 2026.

Penggagas lainnya, Roji, menyatakan bahwa masih banyak mahasiswa USU yang memiliki bakat, tetapi belum memiliki ruang untuk menyalurkannya. “Banyak nih bakat-bakat dari mahasiswa-mahasiswa USU, cuma terpendam aja karena memang enggak punya wadah,” pungkasnya.

Saat ini, Panggung Kreatif USU berada di bawah naungan Perpustakaan USU dan terbuka bagi seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Panggung Kreatif ini bukan untuk mahasiswa saja, tapi semua sivitas akademika USU. Jadi mau dosen, mau pegawai tenaga kependidikan, mau mahasiswa, pokoknya yang tergabung dalam USU,” tegasnya. Agit menambahkan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara mingguan dengan tema dan penampilan yang berbeda setiap minggunya. Perpustakaan USU menyediakan fasilitas panggung, sedangkan kebutuhan operasional kegiatan ditanggung secara kolektif oleh panitia. 

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian (Ditmawalumni) USU, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., IPU., turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Panggung Kreatif ini. Menurutnya, kegiatan yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan prestasi dan kreativitas merupakan hal positif. “Sejauh itu adalah ruang-ruang prestasi ya, enggak ada salahnya. Semua itu positif,” tuturnya.

Prof. Agus menyarankan agar kegiatan tersebut memiliki jadwal yang terencana, berada di bawah naungan kelembagaan yang jelas, dipublikasikan melalui media sosial, serta memiliki code of conduct atau aturan perilaku yang menjadi pedoman selama kegiatan berlangsung. “Yang paling penting, buat code of conduct-nya. Apa yang boleh, apa yang enggak boleh, itu harus ada,” tegasnya.

Menurut Prof. Agus, pengembangan kreativitas yang berorientasi pada prestasi perlu menjadi bagian dari budaya mahasiswa, terutama dalam menghadapi perkembangan era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

Panggung Kreatif USU juga menrima respons positif dari pengisi acara dan penonton. Salah satu penampil, Ceya, mengaku merasa lebih terbuka setelah tampil dalam kegiatan tersebut. Ia berharap Panggung Kreatif USU dapat terus berlangsung dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan hal-hal yang selama ini dipendam. “Saya merasa terbuka gitu pas saya menampilkan itu. Saya merasa ada beberapa hal-hal yang sudah saya pendam dan semoga panggung ini tetap hidup ya, tetap hidup dari waktu ke waktu,” ungkapnya.

Penampil lainnya, Sherly, mengatakan bahwa kehadiran Panggung Kreatif USU membuat kegiatan perkuliahan terasa tidak monoton. Ia mengaku mendapat pengalaman yang lebih baik dari perkiraannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Untuk hari pertama aku di sini, aku merasa ini enggak seburuk yang aku pikirkan. Kalau kuliah itu enggak semonoton itu,” ujarnya.

Penonton yang hadir juga memberikan tanggapan positif. Triya dan Tasya mengaku awalnya tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut dan datang ke Perpustakaan USU tanpa mengetahui Panggung Kreatif sedang berlangsung. Setelah melihat kegiatan tersebut, keduanya memutuskan untuk menonton. “Awalnya kami enggak tahu sih, kalau ada acara ini. Tapi karena kami tadi enggak sengaja ke perpus dan kami lihat acara ini, jadi kami nonton aja dan ternyata seru,” tutur Triya.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.