Home Tulisan Ketimpangan Gender dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Sosial di Indonesia
Tulisan

Ketimpangan Gender dan Implikasinya terhadap Kesejahteraan Sosial di Indonesia

Share

Oleh: Gizya Alisia Putri (240902086)

Kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga terlibat dalam pengambilan keputusan seharusnya terbuka bagi siapa saja. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, perempuan dan laki-laki masih belum selalu memiliki akses dan kesempatan yang sama. Ketimpangan gender menjadi salah satu persoalan sosial yang masih dihadapi Indonesia, terutama oleh perempuan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia pada 2024 berada pada angka 0,421, turun dari 0,447 pada 2023. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan, terutama pada dimensi pasar tenaga kerja. Meski demikian, ketimpangan gender masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan. IKG mengukur ketimpangan dalam tiga aspek utama, yaitu kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja.

Salah satu bentuk ketimpangan yang masih terlihat adalah di dunia kerja. Data World Bank menunjukkan, pada 2025 tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Indonesia sekitar 53,7 persen, sedangkan laki-laki mencapai 82,3 persen. Perbedaan itu menunjukkan perempuan masih menghadapi berbagai hambatan untuk masuk dan bertahan dalam dunia kerja. Tanggung jawab pengasuhan anak, pekerjaan domestik, keterbatasan kesempatan kerja, serta norma sosial disebut menjadi sebagian faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Ketimpangan akses terhadap pekerjaan berkaitan dengan kesejahteraan sosial. Ketika akses perempuan terhadap pekerjaan dan sumber daya ekonomi terbatas, pendapatan serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasar dapat terdampak. Dalam jangka panjang, ketimpangan juga dapat meningkatkan risiko kemiskinan dan membuat perempuan lebih rentan menghadapi berbagai persoalan sosial.

Persoalan ini tidak hanya terlihat di bidang ekonomi. Pendidikan, kesehatan, serta keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan juga menjadi bagian dari isu ketimpangan gender. UN Women mencatat, pada Februari 2024 perempuan hanya menduduki sekitar 21,9 persen kursi parlemen di Indonesia. Rendahnya keterwakilan ini menjadi tantangan dalam memastikan kebutuhan dan kepentingan perempuan ikut diperhatikan dalam pembuatan kebijakan.

Dari perspektif kesejahteraan sosial, persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pekerja sosial. Pekerja sosial dapat mendampingi perempuan dan kelompok yang mengalami diskriminasi, meningkatkan akses terhadap layanan sosial, memberdayakan perempuan secara ekonomi, serta membantu masyarakat memahami pentingnya kesetaraan gender.

Peran itu dapat dilakukan pada berbagai tingkat, mulai dari individu, keluarga, kelompok, hingga masyarakat. Misalnya, pekerja sosial dapat mendampingi perempuan yang mengalami hambatan memperoleh pekerjaan, menghubungkan mereka dengan program pelatihan dan bantuan sosial, serta memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat tentang pembagian peran yang lebih adil.

Ketimpangan gender, dengan demikian, bukan hanya persoalan antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Meski Indonesia telah mengalami kemajuan, upaya perlu terus dilakukan melalui kebijakan yang adil, pemberdayaan perempuan, peningkatan akses terhadap pendidikan dan pekerjaan, serta penguatan perlindungan sosial.

Dalam upaya itu, pekerja sosial memiliki posisi penting untuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih setara dan inklusif. Kesetaraan gender pada akhirnya tidak hanya bermanfaat bagi perempuan, tetapi juga mendukung masyarakat yang memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dan sejahtera.

Artikel ini merupakan publikasi UTS Mata Kuliah Gender dan Pemberdayaan Perempuan dengan Dosen Pengampu Dr. Hairani Siregar, S.Sos., M.SP. dan Dra. Berlianti, M.SP.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Referensi

Badan Pusat Statistik (BPS). Indeks Ketimpangan Gender 2024. [BPS – Indeks Ketimpangan Gender 2024](https://www.bps.go.id/id/publication/2025/07/31/83ae68c36720895d3895ec58/gender-inequality-index-2024.html?utm_source=chatgpt.com)

Badan Pusat Statistik (BPS).Indeks Ketimpangan Gender Indonesia 2024. [BPS – Berita Resmi Statistik IKG 2024](https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/05/05/2430/indeks-ketimpangan-gender.html?utm_source=chatgpt.com)

World Bank.Indonesia Gender Data Portal. [World Bank – Gender Data Portal Indonesia](https://genderdata.worldbank.org/en/economies/indonesia?utm_source=chatgpt.com)

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.