Reporter: Tania Renata Panjaitan
Suara USU, Medan. Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara II dalam perlombaan poster yang diselenggarakan Program Studi Teknik Elektro Universitas Islam Malang pada Senin (20/7). Keduanya ialah Riki Candra dari Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Silkyanida Fachriza Damanik dari Program Studi Hukum, Fakultas Hukum (FH).
Perlombaan tersebut mengusung tema “Innovating Intelligence for A Sustainable Global Future”. Prestasi tersebut diraih melalui poster yang mengangkat gagasan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) pada kendaraan untuk membantu pemeriksaan barang yang masuk dan keluar Indonesia melalui pelabuhan.
Kendaraan tersebut dirancang untuk membaca isi kontainer dan membantu mendeteksi barang ilegal yang berpotensi masuk ke Indonesia. Riki Candra, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa gagasan tersebut ditujukan untuk memanfaatkan teknologi dalam membantu pemerintah mengawasi arus barang melalui pelabuhan.
“Kami membahas teknologi untuk membantu barang masuk dan keluar dari Indonesia menggunakan kendaraan di pelabuhan yang dapat membaca isi kontainer. Hal ini berguna untuk membantu pemerintah agar tidak kecolongan barang-barang ilegal yang masuk ke Indonesia,” paparnya.
Dalam proses penyusunan poster diawali dengan pengumpulan data mengenai permasalahan serta contoh yang relevan dengan gagasan yang diangkat.
“Dalam proses penyusunan poster, kami terlebih dahulu mencari data-data permasalahan serta contoh yang sekiranya relevan dengan ide kami. Jadi, kami bisa membuat poster yang sesuai. Setelah itu, kami mulai merancang mesin, teknologi, dan alur penggunaannya,” jelas Riki.
Salah satu keunggulan gagasan tersebut terletak pada integrasi teknologi AI untuk mendeteksi barang ilegal yang masuk melalui kapal. Kendaraan yang dirancang juga dibuat tahan terhadap berbagai kondisi cuaca sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kekuatan kami terletak pada kemampuan dalam menjaga barang-barang ilegal yang datang melalui kapal, dengan mengintegrasikan teknologi dan artificial intelligence (AI) serta menggunakan kendaraan yang tahan terhadap cuaca. Jadi, ide kami ini akan tetap relevan dan dapat digunakan dalam jangka waktu panjang,” ungkapnya.
Tim juga menghadapi sejumlah tantangan dalam membagi waktu dan merancang visualisasi teknologi selama proses penyusunan poster. “Tantangannya pastinya harus bisa menyesuaikan waktu dalam berdiskusi, mengerjakan tugasnya, dan juga merancang gambar teknologi, mesin, hingga bentuk kendaraannya jadi seperti apa,” ujar Riki.
Riki menilai kemampuan menulis, berpikir kritis, dan kreativitas penting bagi mahasiswa dalam menghasilkan gagasan yang dapat menjawab persoalan di sekitar. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk terus belajar dari pengalaman dalam setiap perlombaan.
“Kemampuan menulis dan berpikir kritis itu sangat penting. Di dunia yang serba instan ini, kita dituntut untuk bisa berpikir kritis dan berkreativitas tentang hal-hal yang ada di sekitar kita. Bagi teman-teman yang ingin mengikuti lomba, ingat bahwa proses juara dalam lomba itu tidak instan. Jadi, terus belajar dari pengalaman yang sudah dilalui, berusaha, dan berdoa,” tutupnya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment