Reporter: Nejla Assyifa Munthe
Suara USU, Medan. Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Sumatera Utara (USU) melalui ajang 13th Southeast Asian Karate Federation (SEAKF) Championship 2026 yang diselenggarakan di Provinsi Ninh Binh, Vietnam, pada 9 –12 Juli 2026. Prestasi tersebut diraih Meiviona Zuhrina, mahasiswi Program Studi Farmasi angkatan 2022, Fakultas Farmasi USU, yang berhasil membawa pulang Medali Perunggu. Kejuaraan internasional itu diikuti hampir 700 atlet dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Dalam kejuaraan tersebut, Meiviona mengikuti kategori senior. Keikutsertaannya dalam SEAKF 2026 menjadi penampilan keduanya pada kompetisi tingkat internasional. Dalam persiapannya, ia harus membagi waktu antara perkuliahan, penyelesaian tugas akademik, dan latihan karate. Ia berupaya menyelesaikan tugas lebih awal agar tetap memiliki waktu untuk berlatih, terutama menjelang keberangkatannya ke kejuaraan.
“Jujur saya sendiri masih banyak struggle dalam manajemen waktu, tapi sebisa mungkin saya sudah prediksi H-1 apa yang akan saya lakukan di hari besok. Saya usahakan tugas sudah selesai H-1, sehingga keesokan hari sebelum berangkat kuliah saya sempatkan untuk berlatih minimal 15 menit walaupun hanya di rumah,” jelas Meiviona.
Tantangan tersebut semakin terasa beberapa hari sebelum keberangkatan. Meiviona masih harus menyelesaikan seminar hasil dan mempersiapkan pendaftaran sidang di tengah waktu yang terbatas.
“Beberapa hari sebelum mengikuti kejuaraan SEAKF 2026, saya masih mengejar melaksanakan seminar hasil H-3 berangkat ke Jakarta dan mengejar untuk mendaftar sidang karena hanya tersisa waktu seminggu sebelum pergantian semester,” ungkapnya.
Dalam pertandingan, Meiviona mengandalkan kemampuan diri dan arahan pelatih. Ia menilai kepercayaan terhadap kemampuan diri dan kepatuhan terhadap instruksi pelatih menjadi hal penting selama pertandingan.
“Yakin kepada kemampuan diri sendiri dan mendengar instruksi dari pelatih saat bertanding,” ujarnya.
Meiviona juga menerapkan prinsip untuk memberikan usaha terbaik dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
“Saya selalu menerapkan prinsip lakukan semaksimal mungkin dan sisanya serahkan pada yang di atas, karena sekeras apa pun latihan pada akhirnya semua tetap kehendak Tuhan,” tambahnya.
Keinginan untuk terus berkembang menjadi salah satu motivasi Meiviona dalam menekuni karate. Dukungan orang tua dan orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dalam perjalanannya meraih prestasi.
“Motivasi untuk terus berkembang dan meningkatkan prestasi saya setinggi-tingginya. Selain itu, orang tua dan orang-orang terdekat juga turut memberi dukungan tanpa henti sehingga saya dapat berada di titik ini,” ungkapnya.
Meiviona berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengejar prestasi agar terus berusaha dan belajar dari setiap pengalaman. Ia juga mengingatkan agar setiap usaha disertai doa serta diiringi sikap menerima terhadap hasil yang diperoleh.
“Jika sudah merasa usaha dan pengorbanannya sudah banyak, serahkan semuanya sama yang di atas, tentunya dibarengi dengan doa. Jika berhasil, jangan lupa bersyukur. Jika tidak, learn the lessons,” tutup Meiviona.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment