Reporter: Nelly Nadezda Berzanti Novna
Suara USU, Medan. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU), Steven Ernesto Sebastian Sihombing, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga gelar juara pada tiga ajang kompetisi trading saham tingkat nasional yang berlangsung sepanjang Juli hingga Oktober 2026. Pencapaian ini diraih oleh Steven setelah melalui serangkaian tahapan seleksi dan simulasi transaksi pasar modal yang digelar oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pada ajang Veteran Trading Competition, Steven sukses mengamankan posisi Juara 2. Kompetisi bertema “The Next Growth Horizon: Capturing Strategic Growth in an Evolving Market Landscape” ini diselenggarakan oleh Kelompok Studi Mahasiswa Investasi (KSMI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta dan berlangsung hingga puncaknya pada September hingga Oktober 2026.
Prestasi berikutnya ditorehkan oleh Steven dalam ajang UBB National Trading Competition 6.0 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Bangka Belitung pada 27 Juli hingga 7 Agustus 2026. Mengusung tema “Daily Prophet’s Market Storm: Navigasi Strategis di Tengah Gejolak Pasar”, Steven berhasil meraih Juara 3 dalam kompetisi tersebut.
Tidak berhenti di situ, Steven kembali meraih Juara 3 pada ajang Virtual Trading Competition Jaya Investment Week 2026. Ajang tingkat nasional ini diinisiasi oleh Jaya Stock Club Universitas Pembangunan Jaya dengan mengusung tema “From Learning to Investing: Building Financial Independence Through the Capital Market”.
Ketiga kompetisi yang diikuti Steven menyajikan tantangan dan tahapan perlombaan yang bervariasi. Pada ajang Veteran Trading Competition, selain mempraktikkan transaksi trading saham, peserta juga diuji melalui tahapan presentasi mengenai analisis investasi. Sementara itu, dua kompetisi lainnya menitikberatkan penilaian pada keandalan eksekusi dan strategi trading saham.
Ketertarikan Steven untuk terjun ke dunia kompetisi berawal dari keinginannya memperdalam pengetahuan investasi sekaligus mengasah keterampilan bertransaksi di pasar modal. Menurutnya, aktivitas trading mendorong seorang investor untuk memahami dinamika makroekonomi, baik pada skala lokal maupun global.
Dalam menghadapi setiap perlombaan, Steven menyusun strategi trading dan analisis investasi secara matang sejak satu pekan sebelum kompetisi dimulai. Persiapan tersebut ia lakukan dengan memperhatikan berbagai sentimen pasar serta indikator ekonomi makro yang berpotensi memengaruhi laju indeks saham.
Sebelum memperoleh deretan kemenangan ini, Steven mengaku sudah berulang kali berpartisipasi dalam perlombaan serupa. Selain kompetisi trading, ia juga aktif mengasah kemampuan analisis melalui kompetisi equity research yang masih berada dalam lingkup pasar modal dan investasi.
Langkah Steven dalam meraih prestasi ini turut didorong oleh lingkungan yang suportif di kampusnya. Selama proses persiapan, ia memperoleh bimbingan dan berbagi pengalaman dengan para alumni Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) USU yang telah lebih dulu menorehkan prestasi di bidang investasi. Dukungan penuh juga diberikan oleh jajaran pengurus serta rekan-rekan sesama anggota KSPM USU.
Bagi Steven, dinamika pasar modal selama perlombaan memberikan pengalaman berharga, terutama saat pasar merespons isu geopolitik dunia maupun perkembangan situasi nasional. Hal tersebut menuntutnya untuk terus beradaptasi dan merumuskan strategi transaksi yang variatif serta tepat sasaran.
Steven mengungkapkan bahwa pelajaran paling penting yang ia peroleh dari ajang-ajang tersebut adalah kepekaan terhadap arus informasi terkini. “Pelajarannya, kita perlu banget melek dan update sama berita global dan lokal karena itu berpengaruh sekali sama tingkat volatilitas pergerakan harga saham,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Steven mengajak rekan-rekan mahasiswa yang masih ragu untuk tidak takut mulai belajar dan mendalami dunia investasi. Menurutnya, pemahaman mengenai pasar modal dapat dibangun secara bertahap melalui berbagai platform edukasi maupun simulasi virtual trading sebelum terjun langsung menggunakan modal. Ia pun berharap semakin banyak mahasiswa yang tergerak untuk ikut meningkatkan literasi keuangan demi kemajuan pasar modal di Indonesia.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment