Home Tempat Menelusuri Lau Simeme, Bendungan Strategis di Kabupaten Deli Serdang 
Tempat

Menelusuri Lau Simeme, Bendungan Strategis di Kabupaten Deli Serdang 

Share

Oleh: Aprilia Nadia Salsabila

Suara USU, Medan. Bendungan Lau Simeme yang berada di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap pengisian awal atau Initial Impounding pada 17 September 2026. Tahap ini menjadi bagian penting dalam proses pemanfaatan bendungan setelah sebelumnya diresmikan pada 16 Oktober 2024 oleh Presiden Joko Widodo. Bendungan Lau Simeme dibangun untuk mengendalikan banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, sekaligus memenuhi kebutuhan air baku dan mendukung pengairan persawahan di wilayah hilir.

Dengan kapasitas tampung mencapai 21,07 juta meter kubik, Bendungan Lau Simeme memiliki dua fungsi utama, yaitu pengendalian banjir dan penyediaan air baku. Bendungan ini dirancang untuk mereduksi debit banjir hingga sekitar 289 meter kubik per detik serta menyediakan air baku sekitar 3.000 liter per detik bagi masyarakat di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Keberadaannya diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan di kawasan tersebut, terutama ketika terjadi peningkatan debit air pada musim hujan.

Pembangunan Bendungan Lau Simeme telah dimulai sejak 2018 dan menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur sumber daya air di Sumatera Utara. Proyek tersebut menelan biaya sekitar Rp1,65 triliun. Pelaksanaan konstruksinya dibagi ke dalam dua paket pekerjaan. Paket 1 dikerjakan oleh PT Wijaya Karya bersama PT Bumi Karsa dalam bentuk Kemitraan atau Kerja Sama Operasional (KSO). Sementara itu, Paket 2 dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) bersama PT Andesmont Sakti, juga dalam bentuk KSO.

Pembangunan bendungan ini dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengelola sumber daya air sekaligus mengurangi risiko banjir di wilayah Medan dan Deli Serdang. Posisi bendungan di bagian hulu membuat air dapat ditampung dan dikendalikan sebelum mengalir menuju kawasan yang lebih rendah. Dengan sistem tersebut, debit air yang menuju wilayah perkotaan dapat dikurangi sehingga diharapkan mampu menekan dampak banjir.

Selain sebagai pengendali banjir, Lau Simeme juga berfungsi sebagai sumber air baku. Ketersediaan air hingga sekitar 3.000 liter per detik diharapkan dapat menambah pasokan air bagi masyarakat. Pemerintah juga menyebut manfaat tersebut berpotensi mendukung kebutuhan sekitar 600 ribu jiwa di Kota Medan dan Deli Serdang.

Bendungan ini juga memiliki fungsi lain, salah satunya untuk mendukung kebutuhan irigasi di wilayah hilir. Air yang ditampung dapat dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan sehingga keberadaan bendungan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan, tetapi juga mendukung aktivitas pertanian di sekitar wilayah hilir.

Dari sisi energi, Bendungan Lau Simeme juga dirancang memiliki pembangkit listrik tenaga minihidro dengan kapasitas sekitar 1 megawatt (MW). Selain itu, kawasan bendungan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata. Dengan demikian, pembangunan Lau Simeme tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan banjir dan air baku, tetapi juga memiliki manfaat dalam bidang pertanian, energi, dan ekonomi masyarakat.

Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Lau Simeme diharapkan dapat mengurangi debit banjir hingga sekitar 30 persen. Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra, juga menyampaikan harapan agar bendungan tersebut dapat mengurangi debit banjir sekaligus menambah suplai air baku bagi masyarakat Medan dan Deli Serdang.

Setelah proses pembangunan berlangsung selama beberapa tahun, Bendungan Lau Simeme akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu, 16 Oktober 2024. Peresmian tersebut menandai selesainya pembangunan fisik utama bendungan yang telah direncanakan sebelumnya.

Kini, pada 17 September 2026, Bendungan Lau Simeme memasuki tahap Initial Impounding atau pengisian awal. Tahap ini dilakukan dengan mulai mengisi tampungan bendungan menggunakan air secara bertahap. Pengisian awal menjadi proses penting sebelum bendungan dapat beroperasi secara optimal sesuai dengan fungsi yang telah direncanakan.

Perjalanan Bendungan Lau Simeme menunjukkan bahwa pembangunan sebuah bendungan tidak hanya berhenti pada proses konstruksi dan peresmian. Setelah dibangun sejak 2018, diresmikan pada 2024, dan mulai memasuki tahap pengisian awal pada 2026, bendungan ini kini berada pada tahapan menuju pemanfaatan yang lebih optimal. Ke depan, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan melalui pengendalian banjir, penyediaan air baku, pengairan persawahan, penyediaan energi, serta pengembangan potensi wisata di Kabupaten Deli Serdang.

Redaktur: Emia Timentha Tarigan

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.