Oleh: Nur Padilah Ramdani
Suara USU, Medan. Musik sering kali menjadi tempat seseorang menemukan dirinya sendiri. Sebuah lagu mungkin terdengar sederhana ketika pertama kali didengarkan, tetapi liriknya dapat membawa pendengar pada berbagai pertanyaan tentang kehidupan. Salah satunya adalah “Whatever” dari Oasis yang dirilis pada 1994. Lagu dengan nuansa musik yang ringan dan menyenangkan ini menyimpan pesan yang lebih dalam tentang kebebasan. “Whatever” berbicara tentang hak seseorang untuk menentukan pilihan hidup sekaligus mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri.
Lagu ini dapat dimaknai sebagai bentuk keberanian untuk menentukan arah kehidupan tanpa terlalu terikat oleh penilaian orang lain. Manusia sering kali hidup dengan berbagai harapan dari lingkungan sekitar, mulai dari tuntutan keluarga, standar masyarakat, hingga pandangan mengenai pekerjaan dan kesuksesan. Berbagai tuntutan tersebut terkadang membuat seseorang lupa bertanya kepada dirinya sendiri tentang apa yang sebenarnya ia inginkan.
I’m free to be whatever I
Whatever I choose
And I’ll sing the blues if I want
Kalimat tersebut menggambarkan kebebasan seseorang untuk menjadi apa pun yang ia inginkan. Seseorang tidak harus menjadi seperti yang diharapkan orang lain. Ia memiliki hak untuk memilih jalan yang sesuai dengan dirinya karena kehidupan selalu memberikan pilihan. Setiap orang bebas menentukan pendidikan yang ingin ditempuh, pekerjaan yang ingin dijalani, lingkungan pertemanan, serta cara menghadapi masalah dan kegagalan. Tidak semua pilihan akan menghasilkan sesuatu yang sempurna, tetapi setiap pengalaman yang dilalui tetap dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.
Free to say whatever you
Whatever you say
If it comes my way it’s alright
Kalimat tersebut memiliki makna tentang kebebasan dalam menyampaikan pendapat. Setiap orang memiliki hak untuk mengatakan apa yang ingin disampaikan dan memiliki pemikiran yang berbeda. Dalam menghadapi perbedaan, sikap saling menghargai menjadi hal yang penting. Kebebasan berbicara bukan berarti seseorang dapat mengatakan apa saja tanpa mempertimbangkan perasaan maupun hak orang lain. Kebebasan tetap perlu disertai dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap orang lain.
You’re free to be wherever you
Wherever you please
You can shoot the breeze if you want
Kalimat tersebut menggambarkan kebebasan seseorang dalam menentukan lingkungan dan tempat yang membuat dirinya merasa nyaman. Setiap orang memiliki tujuan dan keinginan yang berbeda. Ungkapan tersebut juga dapat dimaknai sebagai kebebasan untuk menikmati waktu tanpa selalu merasa harus melakukan sesuatu yang dianggap produktif. Dalam kehidupan yang penuh tuntutan, seseorang terkadang merasa bahwa setiap waktu harus menghasilkan sesuatu.
Padahal, manusia juga membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari kesibukan. Melakukan hal-hal sederhana, berkumpul bersama teman, atau menikmati musik yang disukai juga merupakan bagian dari kehidupan. Hidup tidak hanya tentang pencapaian. Ada nilai dalam hal-hal kecil yang membuat seseorang dapat menikmati kehidupan dengan caranya sendiri.
Menyadari hal tersebut penting agar hidup tidak terasa melelahkan karena terus berusaha memenuhi semua harapan orang lain. Hidup merupakan sebuah pilihan, dan setiap orang memiliki hak untuk menentukannya. Kebebasan berarti memiliki keberanian untuk menentukan pilihan sekaligus bertanggung jawab atas pilihan tersebut.
Lagu ini juga mengajarkan bahwa menjadi diri sendiri tidak selalu berarti harus terlihat berbeda dari orang lain. Menjadi diri sendiri dapat berarti menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tanpa terus-menerus memaksakan diri untuk terlihat sempurna. Seseorang juga tidak perlu selalu membandingkan pencapaiannya dengan pencapaian orang lain. Selama tetap bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat, tidak ada salahnya menjalani kehidupan dengan cara yang diyakini.
Seperti pesan sederhana yang saya tangkap dari “Whatever”, seseorang tidak harus menjadi seperti yang diinginkan dunia karena setiap individu memiliki kesempatan untuk menentukan dirinya sendiri. Menjadi diri sendiri bukan berarti mengabaikan orang lain, melainkan memahami bahwa setiap manusia memiliki pilihan dan jalan hidupnya masing-masing.
Oleh karena itu, perbedaan pendapat bukanlah alasan untuk saling menjauh. Setiap orang memiliki cara berpikir, keyakinan, dan pandangan yang berbeda. Kita tidak harus selalu sepakat untuk dapat hidup berdampingan dengan baik. Menghargai pendapat orang lain berarti memberikan ruang bagi setiap individu untuk menjadi dirinya sendiri. Pada akhirnya, kebebasan bukan hanya tentang melakukan apa yang kita inginkan, tetapi juga tentang belajar memahami, menerima, dan menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menjalani kehidupan.
Redaktur: Emia Timentha Tarigan
Leave a comment