Home Kabar Kampus RTL-LDK GMKI FEB USU 2026 Dorong Mahasiswa Kritis Ekonomi
Kabar Kampus

RTL-LDK GMKI FEB USU 2026 Dorong Mahasiswa Kritis Ekonomi

Share

Reporter: Deswina Listiani Matondang dan Tania Renata Panjaitan  

Suara USU, Medan. Rencana Tindak Lanjut-Latihan Dasar Kepemimpinan (RTL-LDK) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) 2026 melaksanakan seminar ekonomi di PKM GMKI Cabang Medan pada Sabtu, (16/5/2026). Seminar ekonomi ini mengangkat tema “Seminar Ekonomi: Menjadi Anak Muda yang Transformatif yang Mampu Menyuarakan Keadilan terhadap Perekonomian Indonesia”.  

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan doa, pelantunan lagu Indonesia Raya, kata sambutan dari Jenri Revalino Manik selaku ketua panitia, penayangan film Pesta Babi, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dokumentasi, hingga penutupan.  

Ketua panitia, Jenri Revalino Manik, mengatakan pemilihan tema seminar dilatarbelakangi oleh keresahan panitia terhadap masih rendahnya kesadaran dan keberanian mahasiswa dalam menyuarakan isu keadilan ekonomi. Menurutnya, mahasiswa sering kali hanya menyadari adanya masalah, tetapi belum mampu merealisasikan kepedulian tersebut dalam tindakan nyata.

“Sebagai anak muda, kita harus mampu bergerak, bukan hanya berhenti pada kata-kata, tetapi juga melalui aksi nyata dalam menyuarakan keadilan,” ujar Jenri.   Ia juga berharap seminar ini mampu menambah wawasan peserta dan membentuk pola pikir mahasiswa yang lebih peka terhadap kondisi ekonomi Indonesia.   “Harapan kami, setelah seminar ini peserta tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih peduli dan transformatif,” tambahnya.  

Dipandu oleh Pebriani Manalu selaku moderator, materi dipaparkan oleh Drs. Murbanto Sinaga, M.A dan Jaka Kelana, S.H. Dalam pemaparannya, Drs. Murbanto Sinaga, M.A menyoroti tiga persoalan utama ekonomi Indonesia, yakni pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan. Ia menyebut tingkat pengangguran Indonesia berada di angka 4,82%, sementara angka kemiskinan mencapai 9,03%. Menurutnya, persoalan ekonomi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan, tetapi juga keadilan dalam distribusi kesejahteraan.  

Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan layak, serta kesempatan ekonomi. Selain itu, ketimpangan pembangunan antarwilayah, seperti yang terjadi di Papua, menunjukkan bahwa keadilan sosial di Indonesia masih belum merata. “Tantangan terbesar bangsa ini bukan sekadar bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut menghadirkan keadilan sosial dan ekonomi,” ujarnya.  

Sementara itu, Jaka Kelana, S.H dari Walhi Sumatera Utara membahas kemiskinan struktural yang dinilai tidak terjadi secara alami, melainkan terbentuk oleh sistem dan kepentingan tertentu. Ia mengaitkan pembahasannya dengan film Pesta Babi yang sebelumnya ditayangkan, sebagai gambaran bagaimana pembangunan dan kekuasaan dapat menciptakan ketimpangan serta mengabaikan suara masyarakat.  

Salah satu peserta seminar, Floratasya, mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena ingin memahami lebih dalam persoalan yang terjadi di Papua, khususnya setelah melihat perbincangan mengenai film Pesta Babi di media sosial. Menurutnya, seminar ini memberikan perspektif baru terkait ketimpangan ekonomi dan sosial di Indonesia. “Aku jadi lebih memahami apa yang sedang terjadi di Papua dan kenapa mahasiswa harus peduli terhadap isu tersebut,” ungkapnya.  

Ia berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga mampu membawa dampak positif di lingkungan sekitar.   “Kita tidak boleh hanya hadir dan menonton, tetapi juga harus bisa memberi dampak positif serta lebih peduli terhadap isu sosial yang terjadi,” tutupnya.  

Melalui seminar ini, diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih kritis, peka, dan berani mengambil peran dalam menyuarakan keadilan sosial serta ekonomi di Indonesia.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.