Home Kabar Kampus Tim Bladen FKM USU Raih Juara III Best Presentation MNC-FILM 2026
Kabar Kampus

Tim Bladen FKM USU Raih Juara III Best Presentation MNC-FILM 2026

Share

Reporter: Anastasyia Sitinjak

Suara USU, Medan. Tim Bladen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara berhasil meraih Juara III sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang MNC-FILM 2026 (Medan National Conference – Festival Ilmiah Mahasiswa). Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh LP2IM Universitas Negeri Medan di Aula Growth Center UNIMED pada Februari 2026.

Tim Bladen terdiri atas Lovita Karina br Bangun, Vanecia Thania Ruth Pakpahan, dan May Angelina Simanjuntak yang merupakan mahasiswa FKM USU angkatan 2023. Dalam kompetisi tersebut, mereka mengangkat karya ilmiah bertema “Digitalisasi dan Konservasi Warisan Budaya Berbasis Teknologi Society 5.0” dengan subtema energi terbarukan.

Lovita mengatakan bahwa ketertarikan mereka mengikuti MNC-FILM 2026 berawal dari kebiasaan tim yang aktif mengikuti perlombaan karya ilmiah sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif. Selain itu, tema kompetisi dinilai relevan dengan perkembangan zaman karena memadukan unsur digitalisasi, konservasi budaya, dan teknologi Society 5.0.

“Sebenarnya, kami memang cukup rutin mencari dan mengikuti perlombaan di bidang karya ilmiah sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan inovatif. Namun, MNC-FILM 2026 memiliki tema yang sangat menarik karena menggabungkan unsur digitalisasi, konservasi budaya, dan teknologi Society 5.0,” ujar Lovita saat diwawancarai Suara USU pada Senin (10/5).

Melalui karya ilmiah tersebut, Tim Bladen mengolaborasikan budaya lokal dengan inovasi energi modern. Mereka ingin menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya dapat dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan.

“Kami memilih tema ini karena menurut kami cukup unik dan relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam mengolaborasikan budaya lokal dengan inovasi energi modern,” jelasnya.

Dalam proses penyusunan karya ilmiah, Tim Bladen menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam melakukan perhitungan konversi energi listrik yang disesuaikan dengan standar kebutuhan lampu jalan di Desa Kutabuluh. Mereka harus memastikan data dan perhitungan yang digunakan benar-benar realistis dan dapat diterapkan di lapangan.

“Tantangan terbesar kami adalah memastikan data dan perhitungan energi listrik benar-benar akurat dan sesuai kebutuhan lapangan. Untuk mengatasinya, kami memperbanyak referensi dari berbagai sumber tepercaya, seperti standar PLN dan PUPR,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan hasil karya, setiap anggota tim memiliki pembagian tugas masing-masing. Penulisan karya ilmiah dibagi per bab agar proses pengerjaan lebih terstruktur dan efektif. Sementara itu, desain poster dan PowerPoint presentasi dikerjakan bersama agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dan sesuai dengan konsep tim. Selain itu, setiap anggota juga membagi bagian penyampaian materi sesuai kemampuan masing-masing agar presentasi dapat disampaikan dengan lebih percaya diri dan kompak.

Melalui partisipasi dalam MNC-FILM 2026, Tim Bladen berharap karya ilmiah yang mereka susun tidak hanya berhenti sebagai tulisan semata, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai alternatif energi terbarukan.

“Kami berharap potensi lokal seperti man belo dapat lebih dilirik sebagai salah satu alternatif pemanfaatan cadangan energi listrik di desa-desa,” pungkasnya.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.