Home Puisi Bercermin pada Bumi
PuisiSastra

Bercermin pada Bumi

Share
Sumber: pexels.com

Oleh: Suci Rahmawati Siregar

Tidakkah kau berkaca, manusia?

Seolah rasa syukur telah lama larut,

tenggelam di dasar jiwa…

Apakah masih tersisa nurani hidup di kedalamannya?

 

Bumi yang senantiasa menoreh ribuan langkahmu,

menjerit, terpekik di setiap jejakmu yang acapkali terburu-buru

Keliru… tingkah polahmu itu keliru!

Tidak barang sedetikpun kau sadari betapa keji perbuatanmu

 

Sungguh…

Air yang menyapu luas hamparan pemukiman dan jalanan tanpa ampun,

api yang berkobar melahap habis pepohonan,

tanah longsor yang lahap menelan sisa kehidupan

 

Sungguh nyata kerakusan menggerayangi kelestarian

Bumi yang tidak lebih luas dari keserakahanmu ini

Dialiri sungai-sungai yang beberapa sisinya keruh itu

Duhai, seberapa parah jejak hatimu tercemar?

 

Coba dengarkan dengan segenap panca indramu

Tangis air yang tak lagi jernih

Jeritan daun lenyap terbakar, meluap dalam abu

Tak terhitung sudah korban atas kerusakan ini

 

Ingin kau mengelak, menepis jejak perbuatanmu?

Yakin engkau menutup mata dan telinga?

Membiarkan kaki tanganmu bebas menabur luka,

sementara bumi merintih dalam derita

 

Tidakkah ego, tamak, dan keangkuhanmu retak perlahan?

Tidakkah luruh keduniawian dari tangan yang merusak?

Luka-luka itu tetap bersuara

Suara yang memantulkan wajahmu di permukaan bumi yang perih

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles