Home Kabar Kampus Mahasiswa Fasilkom USU Raih Penghargaan Global di Ajang NASA 2025
Kabar Kampus

Mahasiswa Fasilkom USU Raih Penghargaan Global di Ajang NASA 2025

Share
Sumber: Tim Ilkom

Reporter: Nelly Nadezda Berzanti Novna, Muthia El Istiqomah Siregar

Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih penghargaan Global Nominees (Jakarta Chapter) dan Most Impactful Project melalui game berbasis website dalam ajang NASA International Space Apps Challenge 2025. Kompetisi global ini diselenggarakan secara daring pada 4–5 Oktober 2025.

NASA International Space Apps Challenge merupakan ajang hackathon (kompetisi pemrograman) tahunan berskala internasional yang diselenggarakan oleh NASA. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta dari berbagai negara untuk memanfaatkan data terbuka milik NASA serta data berbasis ruang angkasa dari mitra badan antariksa lainnya.

Tahun ini, hackathon dilaksanakan secara daring dengan melibatkan ribuan peserta dari seluruh dunia. Dalam kesempatan tersebut, tim Gerakan Cinta NASA Medan dari Fasilkom-TI USU menciptakan game berbasis website. Tim ini beranggotakan Clara Angelin Pijoh, Farhan Ar Rahman, Nasywa Zavira Lubis, M. Alif Akbar Harahap, Annisa Putri Aprillia, dan Michael Purba, dengan bimbingan Dr. Jos Timanta Tarigan, S.Kom., M.Sc., dosen Fasilkom-TI USU.

Tim tersebut berhasil meraih dua penghargaan, yakni Most Impactful Project dan Global Nominee. “Penghargaan Most Impactful Project diberikan untuk proyek yang berhasil mengatasi permasalahan dunia menggunakan data NASA. Sementara Global Nominee berarti nominasi agar proyek kami diseleksi secara global melalui situs resmi perlombaan. Terdapat lebih dari 250 proyek yang menjadi Global Nominee di seluruh dunia untuk diseleksi menuju final global,” ujar Clara Angelin Pijoh, Ketua Tim Gerakan Cinta NASA Medan.

Dalam proyeknya, tim memilih tema Challenge: Meteor Madness yang terinspirasi dari ketertarikan mereka terhadap dunia antariksa. Tema tersebut dianggap paling sesuai dengan kemampuan dan minat tim, terutama karena sebagian besar anggotanya merupakan penggemar fenomena luar angkasa (astrophile). Mereka juga memahami konteks tantangan berkat referensi dari film-film bertema fiksi ilmiah seperti Star Wars dan Interstellar. Selain relevan dengan kompetisi, tema ini dinilai paling realistis untuk diwujudkan melalui pengembangan situs web interaktif.

Proses pembuatan situs web dimulai setelah tim sepakat menentukan tema, yakni pada Agustus hingga September 2025. Mereka memulai dengan membedah tantangan dan melakukan brainstorming konsep bersama, kemudian membagi tugas menjadi tiga divisi: dua orang di bagian riset, dua orang di bagian front-end (tampilan antarmuka), dan dua orang di bagian back-end. Setiap divisi berkolaborasi secara intens untuk menyelesaikan proyek yang resmi dimulai pada 4–5 Oktober 2025.

Selain itu, Nasywa Zavira Lubis, salah satu anggota tim mengungkapkan berbagai tantangan dihadapi tim, terutama karena ini merupakan hackathon pertama bagi mereka. Meski demikian, pengalaman terbatas tidak menghalangi tim untuk menorehkan prestasi di tingkat global.

“Kesan pribadi saya masih tidak menyangka bisa masuk Global Nominee, mengingat ini adalah hackathon pertama bagi kami. Rasanya seperti batu loncatan besar untuk tim,” ujar Nasywa.

Saat ini, tim berencana melanjutkan pengembangan game berbasis website tersebut secara mandiri.

“Karena waktu pengerjaan hanya dua hari, kami belum sempat mengembangkan dengan sepenuhnya. Kami berencana melanjutkan proyek ini secara pribadi, namun waktunya masih akan kami bahas lebih lanjut,” tutup Nasywa.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.