Home Puisi Cengkeraman Malam
PuisiSastra

Cengkeraman Malam

Share
Sumber: LovePik.com

Oleh: Syafira Sari

Dalam kelam yang memeluk bumi dengan lengan beku dan sunyi

Aku terdiam, menatap langit yang menyimpan rahasia tak berbatas

Di balik bayang-bayang bintang yang jauh dari jangkauan tangan ini,

tersimpan tanya yang tak kunjung reda, tentang waktu yang terlampau lekas

 

Malam mencengkeram tanpa luka, tapi menusuk dasar dada

Menyibak lembar demi lembar kenangan yang tak sempat terucap

Aku bercakap dengan bisu, menyusuri riwayat yang terbata-bata

Mencari celah terang di antara retak-retak harap yang telah lelap

 

Adakah dosa yang masih berdiam di sudut-sudut langkahku yang rapuh?

Atau janji-janji yang kubiarkan gugur sebelum sempat tumbuh?

Aku berkaca di beningnya gelap, di tempat jujur tak dapat disembunyikan

Segala yang kusimpan muncul kembali, menyusun luka, menabur rindu

 

Langit malam menjadi saksi dialogku dengan masa depan yang bisu

Kupintal khayal dan ketakutan menjadi doa yang tak pernah bulat

Akankah esok mengampuni masa lalu yang penuh ragu dan sendu?

Ataukah waktu mengajarkan bahwa luka harus dilalui tanpa syarat?

 

Namun dari gelap, lahir cahaya yang menyala di ujung lamunan,

bahwa segala resah bukan kutuk, tapi titah untuk lebih memahami

Bahwa malam bukan sekadar penutup hari, tapi ruang perenungan,

tempat jiwa mendengar dirinya sendiri tanpa perlu disangkal lagi

 

Dan dalam cengkeraman malam yang hening nan mengguncang…

Aku bukan lagi sekadar bayang yang terombang-ambing arah

Aku adalah tanya, juga jawaban, sekaligus luka yang terus berkembang

Namun juga harapan yang meski rapuh, tak pernah benar-benar punah

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles