
Oleh: Sella Ramadani
Menyusuri jalanan tanpa henti
Belum mengerti, ke mana ia bisa pergi
Melangkah sendiri, meraba dan mencari
Jalanan pun terus ditapaki dan disusuri
Kadang kala hanya helaan napas yang mengalir
Lamat-lamat semuanya terasa melambat
Memaksa keadaan untuk segera memberi
Egois rasanya untuk memaksa segalanya segera terpatri
Tapi bagaimana aku bisa?
Rasanya sudah terlalu jauh kaki ini melangkah
Tanpa arah, tanpa tujuan
Semua terasa fatamorgana
Kelam, gelap, kelabu, yang dirasa
Menggebu-gebu ingin cepat sampai
Namun rasanya tak elok jika gusar memaksa
Baiknya memang bersabar
Menanti semesta memberi kabar
Layaknya memang tetap dikejar
Terus mengusahakan tanpa memburu agar sampai tujuan
Meski jauh…
Jauh sekali kaki ini harus mencapai hal yang belum pernah sebelumnya
Bukan berarti menyerah
Bukan berarti putus asa
Bukan pula terburu-buru untuk bisa
Rasanya, ini sudah terlalu lama
Seakan ini sudah bukan hal yang biasa
Aku tak tahu bagaimana
Layar lebar di depan sana seakan mengejek
Seakan semuanya telah sampai di ‘sana’
Seolah aku
Bak hanya ragaku,
yang tersisa sendirian…
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment