Home Sosok Jejak Hasballah Rocky dari Aceh Timur Menuju Panggung Nasional
Sosok

Jejak Hasballah Rocky dari Aceh Timur Menuju Panggung Nasional

Share

Oleh: Suci Lestari Br. Ginting

Suara USU, Medan. Dinamika politik daerah sering kali melahirkan sosok-sosok dengan pengaruh kuat di tengah masyarakat. Salah satu figur yang sangat dikenal di Aceh Timur adalah Hasballah H.M. Thaib atau yang akrab disapa Rocky. Namanya kembali mencuat ke publik setelah resmi dilantik sebagai Ketua Bidang Pariwisata dan Kebudayaan dalam kepengurusan nasional Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Purkadesi) masa bakti 2026–2031.

Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam agenda tersebut, hadir pula Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama sejumlah mantan kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Penunjukan Rocky dalam posisi strategis tersebut dinilai sebagai bentuk kepercayaan terhadap pengalaman serta kiprahnya selama memimpin Kabupaten Aceh Timur selama dua periode.

Bagi masyarakat Aceh Timur, nama Rocky bukanlah sosok baru di dunia pemerintahan. Ia merupakan mantan Bupati Aceh Timur yang menjabat sejak tahun 2012 hingga 2022. Selama sepuluh tahun kepemimpinannya, Rocky menjadi salah satu figur yang berpengaruh dalam pembangunan daerah, baik dari sisi infrastruktur, sosial, maupun melalui pendekatan politik yang humanis kepada masyarakat.

Hasballah H.M. Thaib lahir di Peureulak, Aceh Timur, pada 1 April 1974. Sejak awal kemunculannya di kancah politik lokal, Rocky dikenal sebagai pribadi yang sangat dekat dengan rakyat. Gaya komunikasinya yang santai dan terbuka membuat dirinya mudah diterima oleh berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat hingga kelompok pemuda.

Dalam perjalanan politiknya, Rocky berhasil memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh Timur dan memimpin daerah tersebut selama dua periode berturut-turut. Kepemimpinannya kala itu dihadapkan pada berbagai tantangan besar, mulai dari persoalan pembangunan daerah pascakonflik Aceh, peningkatan ekonomi masyarakat, hingga percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.

Selama menjabat sebagai bupati, Rocky kerap menyoroti pentingnya pembangunan yang merata di seluruh pelosok Aceh Timur. Ia beberapa kali menegaskan bahwa daerah tidak boleh tertinggal dalam sektor pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan jalan penghubung antarwilayah. Menurut sebagian masyarakat, masifnya pembangunan infrastruktur pada masa jabatannya menjadi faktor utama yang membuat namanya tetap harum hingga saat ini.

Selain fokus pada pembangunan fisik, Rocky juga dikenal aktif menjalin hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers. Dalam sebuah pertemuan bersama wartawan di Idi Rayeuk pada 2024 lalu, ia menyampaikan bahwa media memiliki peran krusial dalam menjaga demokrasi serta menyampaikan informasi objektif kepada publik. Baginya, pers bukan sekadar alat pemberitaan, melainkan bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya roda pemerintahan.

Pernyataan tersebut memperlihatkan cara pandang Rocky terhadap pentingnya keterbukaan informasi di tengah kehidupan masyarakat modern. Hubungan antara pemerintah dan media menurutnya perlu dijaga secara profesional agar pembangunan daerah dapat berjalan transparan dan diketahui publik secara luas. Sinergi ini dianggapnya sebagai kunci utama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Di luar aktivitas politik praktis, Rocky juga terpantau aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pada akhir tahun 2025, misalnya, ia turut menyalurkan bantuan secara langsung kepada korban banjir di sejumlah wilayah Aceh Timur. Kehadirannya di tengah masyarakat yang sedang terdampak bencana merupakan salah satu bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi sosial di daerah yang pernah ia pimpin.

Keterlibatan Rocky dalam organisasi Purkadesi kini turut menarik perhatian publik secara nasional. Purkadesi sendiri merupakan organisasi yang menghimpun para mantan kepala daerah di Indonesia sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang kontribusi pemikiran terhadap pembangunan nasional. Dalam struktur kepengurusan yang baru, Rocky dipercaya untuk mengoordinasi Bidang Pariwisata dan Kebudayaan.

Jabatan tersebut dianggap sangat relevan dengan kondisi Provinsi Aceh yang memiliki kekayaan budaya dan potensi wisata yang besar. Aceh Timur sendiri dikenal memiliki beragam tradisi unik, kuliner khas, hingga destinasi alam yang berpotensi dikembangkan lebih luas ke kancah global. Dengan pengalamannya sebagai mantan kepala daerah, Rocky diharapkan mampu membawa perspektif kewilayahan dalam pengembangan sektor pariwisata di tingkat nasional.

Meski demikian, perjalanan karier Rocky tidak sepenuhnya lepas dari sorotan tajam publik. Namanya sempat dikaitkan dalam pemeriksaan kasus dugaan korupsi pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas (PT) Beurata Maju di Aceh Timur. Dalam kasus tersebut, Rocky diperiksa sebagai saksi oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur, dan hingga kini proses hukum perkara tersebut masih terus berjalan.

Sorotan terhadap figur publik merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika dunia politik. Sebagai mantan kepala daerah yang pernah memimpin selama satu dekade, setiap langkah dan keterlibatan Rocky dalam berbagai persoalan tentu akan menjadi perhatian serius masyarakat. Namun di sisi lain, kiprahnya di dunia pemerintahan dan organisasi menunjukkan bahwa ia masih memiliki pengaruh yang signifikan dalam ruang publik.

Bagi sebagian masyarakat Aceh Timur, Rocky tetap dipandang sebagai sosok pemimpin yang merakyat dan aktif memberikan solusi bagi warga. Sementara bagi sebagian lainnya, ia merupakan figur politik yang perjalanan kariernya perlu terus diawasi dan dikritisi secara objektif. Perbedaan pandangan ini merupakan hal yang wajar dan sehat dalam kehidupan demokrasi yang dinamis.

Kini, dengan jabatan barunya sebagai Ketua Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Purkadesi, Rocky memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Transformasi dari seorang kepala daerah di Aceh Timur hingga menjadi pengurus organisasi nasional menunjukkan bagaimana pengalaman politik lokal dapat membawa seseorang berkiprah di level yang lebih luas. Hasballah “Rocky” membuktikan bahwa dedikasi politik dapat terus berkembang melampaui batas wilayah asalnya.

Terlepas dari berbagai dinamika yang mengiringinya, nama Rocky tetap menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan politik dan pembangunan di Aceh Timur. Kiprahnya hingga hari ini memperlihatkan bahwa peran seorang mantan kepala daerah tidak serta-merta berhenti setelah masa jabatan berakhir. Sosoknya terus memberikan kontribusi melalui berbagai ruang pengabdian lain demi kemajuan bangsa dan negara.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.