Home Puisi Liman Menggugat Kelambanan
PuisiSastra

Liman Menggugat Kelambanan

Share

Oleh: Agnes Dhea

Liman bilang,

“lamanya oi, lamanya oi”

Aku lebih cepat daripada kau

Ratap berpilu-pilu diterima langit

Pedih, sampai-sampai jerit berubah gema

Tidakkah kau mendengar?

Pijakan tidak lagi dikenal

Rumah-rumah menjelma jelaga

Silsilahku mentah ditelan tamak

3, tidakkah kau melihat?

Atau jangan-jangan kau dengar pun saksikan

Tapi kau berbusa-busa, “Sudah banyak sekali”

Liman bilang,

“lamanya oi, lamanya oi”

Setelah nestapa nelangsa dirasa sakinahku

Aku masih bisa lebih cepat daripada kau

Tidakkah kau malu?

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles