Oleh: Agnes Dhea
Liman bilang,
“lamanya oi, lamanya oi”
Aku lebih cepat daripada kau
Ratap berpilu-pilu diterima langit
Pedih, sampai-sampai jerit berubah gema
Tidakkah kau mendengar?
Pijakan tidak lagi dikenal
Rumah-rumah menjelma jelaga
Silsilahku mentah ditelan tamak
3, tidakkah kau melihat?
Atau jangan-jangan kau dengar pun saksikan
Tapi kau berbusa-busa, “Sudah banyak sekali”
Liman bilang,
“lamanya oi, lamanya oi”
Setelah nestapa nelangsa dirasa sakinahku
Aku masih bisa lebih cepat daripada kau
Tidakkah kau malu?
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment