Home Kabar Kampus Usung Tema FOLU NetSink 2030, Kementerian LHK Adakan Lokakarya di USU
Kabar Kampus

Usung Tema FOLU NetSink 2030, Kementerian LHK Adakan Lokakarya di USU

Share

Reporter: Tsabitah Syafanaura

Suara USU, Medan. Jumat (16/6) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menyelenggarakan Lokakarya Nasional bertema Implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Guna Mencapai Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Sumatera Utara, Medan.

Lokakarya yang diikuti kurang lebih 500 mahasiswa ini merupakan hasil kerja sama KLHK dengan Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan (FOReTIKA).

Mewakili Menteri LHK, Plt. Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Ruandha A. Sugardiman serta Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan kata sambutan dan paparan materi di hadapan para mahasiswa USU.

Dalam paparan materinya, Ruandha menjelaskan tentang perubahan iklim yang saat ini tengah menjadi salah satu isu global. Ia juga memberikan berbagai prespektif akibat dari mencairnya gunung es di kutub bumi akibat kenaikan temperatur suhu bumi yang dapat memicu kenaikan permukaan air laut. Hal itu pula yang menjadi penyebab abrasi pantai.

Selain memberikan gambaran dan perspektif dampak dari perubahan iklim, Ruandha turut menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan Indonesia dalam mencegah kenaikan suhu global agar tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius. Ada 15 kegiatan aksi dalam melakukan mitigasi di Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Ruandha menjelaskan bahwa, salah satu sektor utama dalam pengendalian perubahan iklim adalah kehutanan. Ia menuturkan bahwa hutan Indonesia yang memiliki berbagai pepohonan di dalamnya, dapat menyerap sumber utama emisi yaitu CO2 dan mengubahnya menjadi O2.

“Dengan mesin alami berupa hutan kita yang ciptaan Allah SWT, mampu mengkonversi CO2 menjadi O2 dan menyimpan karbonnya di dalam batang pohon. Hutan kita merupakan kemampuan dan kekuatan Indonesia dalam menyerap emisi dan menjadi paru-paru dunia, ” tutur Ruandha.

Pada sesi kedua dalam serangkaian acara Loka Karya yang diadakan, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM turut menyampaikan materi kuliah umum terkait Kepemimpinan kepada mahasiswa USU. Bambang menjelaskan bahwa interaksi antara manusia dan lingkungan sekitarnya harus terintegrasi dalam suatu landscape sustainable forest management.

“Berbagai aktivitas kegiatan ekonomi yang berada di dalam dan di sekitar hutan dapat mempengaruhi kelestarian ekosistem hutan. Kelestarian ekosistem hutan juga dapat mempengaruhi keberlanjutan wilayah di sekitar hutan yang berada dalam suatu landscape. Kuncinya adalah agar kita dapat menjamin keberlanjutan proses, fungsi dan produktivitas lingkungan, sekaligus keselamatan, mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bambang.

Dalam pemaparan materinya, menurut Bambang, dalam kepemimpinan Transglobal membutuhkan 6 elemen kecerdasan, yaitu kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, inteligensia global, bisnis dan sosial budaya. Agar calon pemimpin masa depan akan mampu memahami kompleksitas terkait persoalan permasalahan dan proyeksi dampaknya, serta merumuskan berbagai solusi, sehingga dapat merubah potensi konflik menjadi peluang kerja sama multiusaha.

Redaktur: Anna Fauziah Pane

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.