Home Puisi Kami Tidak Dijemput Peradaban
PuisiSastra

Kami Tidak Dijemput Peradaban

Share
Sumber: Tempo.co

Oleh: Alya Nayla Sahirah

Halaman ke sekian, istana katanya akan terapung di danau impian

Lampu-lampu akan menari setiap malam di pelataran

Sedang di balik punggung kota, malam kami dibalut selimut cemas

Kabel terputus dan lilin yang kehabisan napas

 

Ada yang sibuk menyusun rencana bergelar ‘peradaban’

Beratribut mufakat sesat dan jargon tentang kemajuan

Lantas di lereng, di lembah, di kampung yang senyapnya tak sempat disapa,

Ibu kami menimba harapan dari sumur yang nyaris tiada

 

Demi Tuhan, perencana mendirikan mimpi dengan pondasi anggaran

Mengalir deras, tapi tak kunjung tersalur ke akar pedalaman

Entah siapa yang menakar jarak

 

Adakah peta mereka memuat jalur ke dusun kami?

Atau arah kompas memang sahaja condong ke gedung yang lebih tinggi?

 

Sudut kota baru

Akankah hadir ia di tapak kaki kami yang berdebu?

Menggilap beton dan baja di barat yang terlupa

Yang anak-cucunya memanggil hujan sebab keran pun tak berbicara.

 

Kami…

Kami, yang sialnya, sekali lagi kami

Wahai para arsitek janji, bukan megahnya ruang rapatmu yang kami nanti

Namun lunasnya nyeri di tanah penuh lebam ini

Yang setiap sudutnya dibungkam rapi

 

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles