Penulis: Putri Aisyah Silalahi
Di bawah langit yang tinggi, aku hanya batu
Terpaku di bumi, menatap biru yang tak tersentuh
Dalam diam, ku bertanya, mungkinkah ada tuju
Bagi diriku yang terbatas, namun mimpiku terpeluh?
Ku saksikan awan berarak, menari lembut di angkasa
Sedang aku di sini, tak mampu bergerak meski penuh asa
Langit tampak jauh, bagai impian yang hampir sirna
Namun di hati, harapan masih menyala, tak kan pudar binasa.
Kata mereka, batu tak bisa terbang
Namun siapa yang tahu batas mimpiku yang mengembang?
Jika ku hanya menunggu, pasti takkan ada riang
Namun jika ku berusaha, mungkin ada jalanku yang terang.
Setiap detik, setiap malam, ku mimpi terbang tinggi
Menggapai langit, meski dengan sayap yang rapuh dan ngeri
Di balik kerasnya diriku, ada hati yang menanti
Untuk melintasi batas, meski hanya sekali.
Batu yang kaku, namun mimpinya seluas langit biru
Tak peduli mustahil, tak peduli dingin waktu
Karena dalam hatiku, ada api yang takkan layu
Mimpi ini, meski sulit, akan tetap ku tuju.
Benarkah mustahil bagi diriku, seorang batu
Menggapai dirimu, si langit yang megah nan jauh?
Mungkin tak ada jawaban, hanya waktu yang tahu
Namun hingga saat itu tiba, mimpi ini tetap ku bawa, tak kan luruh.
Redaktur: Duwi Cahya
Leave a comment