
Reporter: Abednego Sitompul dan Filemon Saing
Suara USU, Medan. (14/05) Setelah vakum selama beberapa periode, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya kembali menggelar Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2024. Pemira tahun ini membawa semangat demokrasi yang segar dengan melibatkan dua pasangan calon BEM dan dua calon anggota DPM. Tidak ada penetapan secara aklamasi, sehingga atmosfer persaingan berlangsung terbuka dan kompetitif.
Pemungutan suara berlangsung di Jambur FEB USU dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.854 mahasiswa. Meskipun sempat mengalami keterlambatan selama 45 menit dari jadwal semula pukul 09.00 WIB akibat kendala teknis, proses pencoblosan tetap berjalan lancar dan tertib hingga penutupan pada pukul 15.00 WIB. Berdasarkan hasil sementara, jumlah suara sah untuk pemilihan BEM tercatat sebanyak 851 suara, sedangkan suara tidak sah sebanyak 178. Untuk DPM, terdapat 116 suara sah dan 20 suara tidak sah.
Dua pasangan calon memperebutkan posisi Ketua dan Wakil Ketua BEM. Pasangan nomor urut 1 adalah Samuel Bernas Siahaan dan Bunga Lorenza Nababan yang diusung Koalisi Sinergi Bhinneka Muda. Sementara itu, pasangan nomor urut 2 adalah Axel Byron Sinaga dan Angga Al Maaris Harahap dari Koalisi Elang. Di sisi legislatif, dua calon bersaing memperebutkan kursi DPM dari bidang kewirausahaan, yakni Yudi Aditia Siagian sebagai calon nomor urut 1 dan Roganda Tonagogo Sihombing sebagai calon nomor urut 2. Untuk program studi lain yang tidak mengajukan calon DPM, pengisian jabatan dilakukan melalui penunjukan langsung oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) masing-masing.
Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pemira FEB USU, Fatur Rahman Sebayang, menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi dalam proses demokrasi kampus. Panpel bekerja sama dengan HMJ dan pihak dekanat untuk memastikan jalannya Pemira berlangsung adil dan akuntabel. Selain itu, Badan Pengawas Suara (Bawasra) turut dilibatkan untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran kampanye yang disampaikan oleh sivitas akademika.
Dalam wawancara dengan Suara USU, Fatur menyampaikan harapannya terhadap pemimpin mahasiswa yang akan terpilih. “Saya berharap Ketua BEM yang terpilih nantinya mampu menjadi sosok yang amanah, visioner, dan dekat dengan mahasiswa. Semoga bisa membawa perubahan positif, memperjuangkan aspirasi mahasiswa dengan tegas, serta menjembatani hubungan antara mahasiswa dan pihak kampus,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya peran BEM sebagai wadah pengembangan mahasiswa yang inklusif dan bertanggung jawab. “Selain itu, saya berharap BEM di bawah kepemimpinan yang baru menjadi organisasi yang transparan dan berdaya guna, serta mampu mengakomodasi seluruh elemen kampus tanpa diskriminasi,” tambahnya.
Pemira yang berlangsung tertib ini menjadi momentum kebangkitan demokrasi kampus setelah kekosongan kepengurusan BEM dan DPM di FEB USU. Diharapkan hasil akhir dari pemilihan ini mampu menjadi pijakan kuat bagi penguatan organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung kemajuan akademik dan nonakademik di lingkungan FEB USU.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment