Reporter: Nur Padilah Ramadani, Nejla Assyifa Munthe, Yolanda Febriana Sinaga
Suara USU, Medan. Himpunan Mahasiswa (HIMA) Seni Pengolahan Patiseri (SPP) Politeknik Pariwisata Medan sukses menyelenggarakan ajang tahunan bergengsi, Pastry Fest 2026, pada Rabu (06/05) di Politeknik Pariwisata Negeri Medan. Memasuki tahun kedua, festival ini mengusung tema “Art of Royal Garden” yang menonjolkan sisi artistik dan keanggunan dunia pastry.
Berlangsung selama dua hari, festival ini menghadirkan beragam agenda menarik mulai dari bazar kuliner, demonstrasi memasak oleh koki profesional, kompetisi patiseri, hingga hiburan bagi masyarakat umum. Selain sebagai ajang pameran, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis dan memperluas pengalaman di industri boga.
Wakil Ketua Panitia, Zaki, mengungkapkan rasa bangganya atas peningkatan antusiasme pengunjung tahun ini. “Dibandingkan tahun lalu, jumlah pengunjung meningkat signifikan. Hal ini didukung oleh keterlibatan berbagai SMK yang kami undang untuk mengikuti tujuh jenis perlombaan. Dukungan sponsor juga sangat membantu kelancaran acara ini,” tuturnya.
Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kompetisi cookies. Berbeda dari biasanya, kompetisi ini menantang peserta untuk bereksplorasi dengan bahan lokal. Rania Insyra, perwakilan divisi acara, menjelaskan bahwa tahun ini panitia mengangkat tema rempah Nusantara. “Kami mengangkat tema spices. Jadi, peserta ditantang mengubah bahan baku tradisional Indonesia menjadi produk cookies modern yang inovatif,” jelas Rania.
Keberhasilan acara ini turut mendapat apresiasi dari pengunjung. Ikhsan Aditya, salah satu pengunjung, berharap festival ini dapat merangkul lebih banyak UMKM di masa mendatang. “Harapannya festival selanjutnya lebih meriah, pilihan kulinernya semakin beragam, dan pengunjungnya semakin ramai,” ujarnya di tengah suasana cerah hari pertama.
Ketua Program Studi Seni Pengolahan Patiseri Poltekpar Medan, Jerry Wilson Simajuntak, SE, M.Hum, menjelaskan bahwa tema “Art of Royal Garden” mencerminkan keberagaman produk mahasiswa mulai dari roti, cokelat, hingga kue kekinian yang diibaratkan seperti taman penuh warna.
Ia menegaskan bahwa inovasi adalah pilar utama dalam kompetisi ini, namun tetap diseimbangkan dengan kualitas rasa dan visual. “Kami mendorong pelajar menciptakan produk baru yang mengikuti tren zaman, tanpa mengesampingkan kualitas rasa dan estetika penyajiannya,” tegas Jerry.
Jerry berharap Pastry Fest terus menjadi agenda tahunan sebagai sarana promosi program studi sekaligus memperkuat jejaring dengan SMK, instansi pemerintah, dan mitra industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan siap menghadapi dinamika industri kuliner dan kewirausahaan di masa depan.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment